Santichon Islamic School Bangkok Thailand Kenali Budaya Lokal di Immersion Program Cilacs UII

Foto : Siswa SIS Bangkok sedang berlatih Jemparing
Mengenal budaya antar negara membawa manfaat yang cukup baik dalam pembelajaran bahasa, salah satu yang dapat dirasakan antara lain dapat meningkatkan hubungan erat kedua negara dan menambah nilai pengetahuan bagi yang mempelajarinya.
Santichon Islamic School Bangkok, Thailand, bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia melalui English Immersion Program Cilacs UII melaksanakan berbagai program pengenalan budaya lokal yang ada di Indonesia khususnya di Yogyakarta.

Foto : Siswa SIS Bangkok sedang belajar membatik
Selain belajar bahasa Inggris, para siswa SIS diajak untuk membatik di Museum Batik Yogyakarta pada Kamis 21 Maret 2019. Kemudian pada hari Sabtu 23 Maret 2019 adalah kegiatan out bond dan memasak masakan tradisional di desa wisata didaerah Turi Sleman.

Foto : siswa SIS Bangkok sedang belajar memasak masakan tradisional
Selanjutnya, pada hari Selasa 26 Maret 2019 dengan didampingi pengajar Immersion Program Cilacs UII berkunjung ke SMA Internasional Budi Mulia Dua Yogyakarta. Tujuan kunjungan ini yaitu memberikan wawasan tentang pendidikan tingkat menengah atas di Yogyakarta. Ditemui secara langsung oleh Mr. Wahyudi Irwan Yusuf, M.A selaku kepala sekolah, seluruh pesertapun diajak berkeliling ke seluruh bagian gedung sekolah. Dalam pertemuan ini dilakukan pula diskusi tentang kebudayaan masing-masing negara, makanan, kehidupan di sekolah, tempat bersejarah, transportasi, dll. Selain itu, dijadwalkan pada Kamis 28 Maret 2019 peserta akan dijak berlatih Jemparingan yaitu memanah tradisional jawa. Diakhir program nanti peserta akan diajarkan pula menari tradisional yang akan ditampilkan saat closing ceremony program ini.

Foto : siswa SIS Bangkok sedang menari tradisional jawa
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kerjasama dengan Santichon Islamic School Bangkok, Thailand dalam Immersion Program ini telah dilaksanakan untuk yang kedua kalinya. Pada tahun ini sebanyak 17 siswa dikirim ke Universitas Islam Indonesia untuk melaksanakan Immersion Program di Cilacs UII.
Immersion Program dilaksankan kurang lebih satu bulan dan diawali dengan Diagnostic Test dan Ice Breaking bersama Mr. Leo pada Jumat 15 Maret 2019 lalu. (Ank)

























