ACT (singkatan dari American College Testing) adalah tes standar nasional di Amerika Serikat yang digunakan oleh komisi penerimaan mahasiswa baru untuk mengukur kesiapan akademik siswa sekolah menengah atas yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi (S1).
Berikut adalah poin-poin utama untuk memahami apa itu tes ACT:
- Struktur Tes
Tes ini terdiri dari empat bagian wajib pilihan ganda dan satu bagian menulis opsional:
- English (Bahasa Inggris): Fokus pada tata bahasa, penggunaan tanda baca, dan struktur kalimat.
- Mathematics (Matematika): Mencakup aljabar, geometri, dan sedikit trigonometri.
- Reading (Membaca): Menguji pemahaman membaca dari berbagai teks (prosa, ilmu sosial, humaniora, dan ilmu alam).
- Science (Sains): Uniknya, ACT menguji kemampuan analisis data, interpretasi grafik, dan penalaran ilmiah (bukan hafalan rumus biologi atau kimia).
- Writing (Opsional): Menulis esai untuk mengevaluasi kemampuan argumen siswa.
- Sistem Penilaian
- Skor untuk setiap bagian berkisar antara 1 hingga 36.
- Composite Score: Skor akhir Anda adalah rata-rata dari keempat bagian wajib tersebut (maksimal 36).
- Tidak ada pengurangan poin untuk jawaban yang salah, jadi sangat disarankan untuk menjawab semua soal.
- Perbedaan Utama dengan SAT
Banyak orang sering membandingkan ACT dengan SAT. Perbedaan yang paling mencolok adalah:
- Sains: ACT memiliki bagian Sains khusus, sedangkan SAT tidak (meskipun SAT memasukkan konten sains ke dalam bagian lain).
- Matematika: ACT mencakup sedikit konsep trigonometri, sementara SAT lebih fokus pada aljabar.
- Waktu: ACT dikenal memiliki durasi waktu yang lebih ketat per soal dibandingkan SAT.
- Mengapa Mengikuti ACT?
- Syarat Masuk Kampus: Sebagian besar universitas di AS (dan beberapa di negara lain) menerima skor ACT sebagai alternatif dari SAT.
- Beasiswa: Banyak institusi menggunakan skor ACT sebagai kriteria untuk memberikan beasiswa berbasis prestasi akademik.


