Tak Hanya Aktif Berorganisasi, Mahasiswa Aktivis FBE UII Disiapkan Taklukkan IELTS

Yogyakarta – Menjadi aktivis kampus kini tak harus berhenti pada kiprah di organisasi. Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII dan Center for International Language and Cultural Studies Universitas Islam Indonesia (Cilacs UII) bersama membekali mahasiswa aktivis dengan program IELTS Preparation. Sebanyak 30 mahasiswa yang lolos seleksi akan mengikuti program ini.
Sebelum kelas dimulai, para peserta mengikuti sesi pembekalan pada Jumat (2/10/2026) di Ruang Sidang Dekanat FBE UII. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi Drs. Arif Hartono, MHRM., Ph.D.; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian Priyonggo Suseno, S.E., M.Sc., Ph.D.; serta Koordinator Program Achmad Rizal, S.E., M.Sc.Fin. Cilacs UII diwakili Aditya Suci, S.Pt. (Kepala Departemen Pemasaran) dan Suprihatin, S.Pd. (Kepala Departemen Akademik).
Dalam sambutannya, Priyonggo menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk insentif bagi mahasiswa aktivis untuk terus mengembangkan potensi dan prestasi. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga pada komitmen peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
Arif Hartono menilai program ini akan melengkapi soft skills dan pengalaman organisasi yang telah dimiliki para aktivis. Ia pun mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dan menargetkan hasil IELTS yang optimal.
Sementara itu, Aditya Suci menyebut program ini sebagai kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menggali kembali kemampuan bahasa Inggris mereka. “Skor yang tinggi akan membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan beasiswa,” katanya.
Selain pembekalan awal, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan selama program berlangsung. Suprihatin menjelaskan bahwa peserta diwajibkan mengikuti kelas secara disiplin dan tepat waktu. Peserta hanya diperbolehkan tidak hadir maksimal tiga kali agar tetap dapat mengikuti final test. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian program, peserta akan memperoleh sertifikat beserta laporan skor akhir.
Program IELTS Preparation ini berlangsung selama 18 pertemuan dengan durasi masing-masing 90 menit. Rangkaian pembelajaran terdiri atas dua kali pre-test, 14 kali sesi pembelajaran materi, dan dua kali final test. Kelas dilaksanakan secara luring di FBE UII sebanyak dua kali dalam seminggu dan dibagi ke dalam dua kelas, masing-masing 15 mahasiswa, berdasarkan hasil pre-test.

Pre-test berupa simulasi IELTS sudah dilaksanakan sehari setelah pembekalan, Sabtu (3/10/2026), dan diikuti peserta dengan antusias. “Pre-test ini untuk melihat kemampuan awal peserta sekaligus menjadi dasar pembagian kelas. Hasilnya nanti kami bandingkan dengan final test untuk melihat sejauh mana perkembangan belajar mereka,” jelas Aditya.
Melalui program ini, FBE UII dan Cilacs UII berharap para mahasiswa aktivis tidak hanya semakin aktif dan berprestasi dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa Inggris yang semakin kuat. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka meraih skor IELTS yang kompetitif sekaligus memperluas peluang untuk melanjutkan studi dan membangun karier di tingkat global. (Mkt)























September, 2026

