Pascasarjana UIN Suka Yogyakarta Bekali Mahasiswanya Dengan IELTS

Dalam rangka membekali mahasiswanya untuk  menempuh studi lanjut  ke jenjang berikutnya , Program Pascasarjana  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan pelatihan bahasa Inggris berupa IELTS Preparation yang bekerja samama dengan Cilacs UII, program diikuti oleh sebanyak sekitar 59 orang yang terbagi  ada 4 kelas. Secara keseluruhan pelaksanaan program ini sudah menjadi tanggung jawab pihak pengelola PPs UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

IELTS Preparation yang diselanggarakan ini mempelajari bagaimana menjaawab setiap soal dalam IELTS Test, dalam pelatihan tersebut juga diberikan tips dan trik dalam menghadapi soal IELTS yang sesungguhnya nantinya. Program berlangsung interaktif dimulai sejak 14 Agustus 2018 dan dilakukan final test pada 24-25 September 2018.

Ketua Program Magister UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Ro’fah, S.Ag., BSW., MA., Ph.D yang di dampingi Dr. Roma Ulin Nuha, M.Hum. (Sekretaris Program Magister) dan Dr. Eva Latipah, M.Si. (Sekretaris Program Doktor) mengingatkan kepada para peserta saat membuka kegiatan ini  beberapa waktu lalu “Bahwa program ini merupakan investasi besar bagi setiap peserta dimasa yang akan datang, manfaatkan program ini sebaik mungkin dan semoga dapat membawa hasil positif”.

Seperti diketahui bersama bahwa, IELTS adalah tes Bahasa Inggris yang paling popular di dunia, diterima sebagai syarat belajar, bekerja dan pindah negara. Test ini mengukur kecakapan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang meliputi keempat keterampilan berbahasa antara lain mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. IELTS tersedia dalam dua jenis yaitu akademik dan non akademik. Keduanya dikenal dengan sebutan Academic dan General Training. Jenis tes dan skor yang perlukan bergantung pada persyaratan dari institusi yang dituju nantinya.

IELTS Academic mengukur kecakapan berbahasa Inggris untuk lingkungan pendidikan tinggi akademis,  seseorang dapat memilih IELTS Academic bila ingin belajar atau mengikuti pelatihan di sebuah universitas atau sekolah tinggi pada tingkat sarjana atau pasca sarjana, atau bisa diguanakan juga untuk mendaftar ke organisasi profesional ( kesehatan, keperawatan, akuntansi, teknik).

Sedangkan IELTS General training mengukur kecakapan berbahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, biasanya digunakan bagi mereka yang akan belajar atau kursus di sekolah lanjutan atau mengikuti program pelatihan tertentu. Jenis ini juga sering digunakan sebagai persyaratan visa bila seseorang berencana untuk pindah ke negara berbahasa Inggris misalkan Australia, Kanada dan Inggris. (Ank)

English for Job and Scholarship Hunting di CDC Fisipol UGM

Career Development Center (CDC) Fisipol UGM selaku lembaga pengembangan mahasiswa yang mewadahi informasi pelayanan karir dan beasiswa bagi alumni mahasiswa Fisipol UGM mempercayakan Center for International Language and Cultural Studies (Cilacs) Universitas Islam Indonesia untuk menyelenggarakan kursus bahasa Asing Asia dan Eropa bagi mahasiswa S1 & S2 Fisipol UGM.

Kerjasama di tahun ke empat ini diselenggarakan kelas Bahasa Korea level dasar dan kelas bahasa inggris. Sebelumnya telah diselenggarakan kelas bahasa Mandarin, Perancis dan Jerman. Di kelas Bahasa Inggris pada periode ini CDC UGM membekali mahasiswanya dengan kelas “English for Job and scholarship Hunting”, dimana materi lebih difokuskan pada pelatihan bahasa yang sering digunakan dalam proses wawancara kerja ataupun beasiswa. Sedangkan kelas bahasa Korea hanya merupakan program tambahan  yang bersifat soft skill bagi mahasiswa Fisipol UGM.

Kedua program yang dijalankan ini dilaksanakan mulai tanggal 20 September 2018 Di Gedung Kampus Fisipol UGM Ruang BA 204 yang diikuti oleh 20 peserta, diharapkan dimasa yang akan datang pelatihan ini dapat memberikan manfaat lebih setelah mereka lulus nantinya. (Ank/Iyn)

Pimpinan dan Staff Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) Asah kemampuan Bahasa Inggris di Cilacs UII

Sebagai upaya peningkatan kualitas karyawan dalam komptenesi bahasa Inggris, serta peningkatan pelayanan di Geomaritime Science Park  (PGSP) mengadakan pelatihan bahasa Inggris dengan materi khusus yaitu English for Museum Staff. Kegiatan dilaksanakan di kantor PGSP atau yang sering disebut Museum Gumuk Pasir yang beralamat di Depok Parangtritis, Kretek Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini sering kali mendapat kunjungan dari warga negara asing selain juga pengunjung domestik yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

 

Dalam kegiatan pelatihan ini, PGSP selaku institusi pemerintah yang difasilitasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama secara dengan Cilacs Universitas Islam Indonesia dengan taeget utama dalah percakapan (Conversation) yang bisa diaplikasikan secara langsung ketika bertemu dengan tamu asing dari negara lain.

Kelas berlangsung selama 15 hari selama bulan september 2018 ini dan diikuti oleh 12 orang peserta dengan jadwal dua kali dalam seminggu. Menurut koordinator  kegiatan dari PGSP Fajrun Wahidil Muharram menyampaikan “program ini merupakan pengalaman pertama bagi PGSP, namun demikian program yang dijalankan kali ini sangat menarik dan semoga memberikan semangat agar peserta terus mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya kelak”. (Ank/Iyn)

Program BIPA Cilacs Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Budaya Lokal

Kemahiran berbahasa Indonesia yang baik menjadi penting dikuasai bagi mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Indonesia, tidak hanya dibutuhkan dalam aktivitas akademis namun dapat membuka peluang dalam menggali dan mengenal khasanah Indonesia secara lebih luas, baik kehidupan sosial maupun budaya. “Telah menjadi harapan bersama agar mahasiswa asing dapat turut menjadi agen dalam mempromosikan Indonesia di ranah internasional, pengalaman sosial dan budaya yang di dapat selama di Indonesia tentunya menjadi oleh-oleh yang menarik untuk dibagikan saat mereka kembali ke negaranya masing-masing,” ujar Fitri Nugraheni, Ph.D., Kepala Cilacs Universitas Islam Indonesia yang baru saja dilantik dalam kepemimpinan periode tahun 2018 -2022. Sejalan dengan hal tersebut, Cilacs sebagai penyelenggara program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) menawarkan skema pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yang dipadu dengan sesi pengenalan budaya lokal.

Sesi budaya selain menjadi value added juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih dekat dan mengenal budaya lokal bahkan setelah berakhirnya program BIPA. Seperti yang baru saja dialami 4 mahasiswa asal Australia antara lain Anna Ren’an Ding (University of New South wales), Anjaly Tessa Saji (Macquarie University), Jiyao Joanna Ge (University of Sydney), Hwei-See Kay (university of technology Sydney), mereka baru saja menyelesaikan program BIPA di Cilacs dalam persiapan menempuh Program Indonesian Business, Law and Society (IBLS) di Universitas Islam Indonesia. Sepanjang proses kuliah sebanyak 3 SKS mereka mendapat kesempatan untuk belajar membatik di Museum Batik Yogyakarta serta belajar menari jawa. Tidak hanya itu, tiga dari empat mahasiswa ini berkesempatan untuk melakukan perform  dalam pembukaan salah satu kegiatan studium generale yang dilaksanakan Cilacs pada 15 September 2018 di Kampus UII Demangan.

Menurut Fitri, setiap mahasiswa yang mengambil BIPA di Cilacs akan diberikan kesempatan untuk memilih jenis sesi pengenalan budaya antara lain menari jawa, memasak masakan lokal, membatik, jemparingan, belajar gamelan dan belajar pembuatan keris. “Cilacs juga telah menandatangani MoA kerjasama bersama Career Development Center UNPAR (Universitas Parahyangan)  di Bandung untuk program serupa yang memungkinkan mahasiswa untuk mengenal budaya tidak hanya dari Jawa namun juga Sunda, dengan mengkolaborasi dua lokasi pembelajaran, Jogja dan Bandung, ini adalah salah satu pengembangan yang Cilacs telah lakukan untuk program BIPA di UII, tambahnya. (adt)

Kuliah Perdana Progressive 27 dan Wisuda Angkatan Progressive 25 Cilacs UII

Demangan. Kuliah umum adalah proses yang wajib dilaksanakan sebelum memasuki masa perkuliahan mahasiswa baru, dalam kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa baru dapat saling mengenal satu sama lain. Progressive Cilacs UII yang merupakan program bahasa Inggris intensif  setahun  pada Sabtu 15 September 2018 kali ini mengadakan Studium Generale (kuliah perdana) bagi mahasiswa baru angkatan 27. Kegiatan dilaksanakan sejak pagi dan dilaksanakan di Cilacs UII Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta menggunakan ruang Auditorium Cilacs UII lantai 3.

Kegiatan dihadiri oleh kurang lebih 50 orang merupakan mahasiswa baru Progressive angkatan 27 serta siswa kelas reguler Cilacs UII periode Juli 2018, khusus untuk mahasiswa Progressive yang terdaftar adalah mereka yang memenuhi persyaratan akademik maupun administrasi Cilacs UII. Sebelum mereka diterima calon mahasiwa diharuskan mengikuti serangkaian tes yang dimaksudkan untuk menjaring mahasiswa yang memiliki kemampuan dengan level tertentu dan dapat mengikuti proses KBM selama satu tahun yang akan datang.

Kuliah perdana ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cilacs UII, Fitri Nugraheni, Ph.D yang diwakili oleh Head of Marketing Cilacs UII yaitu Aditya Suci, S.Pt. Dalam sambutannya disampaikan ucapan selamat datang dan ungkapan rasa bangga dari pihak Cilacs UII karena telah menjadi mahasiswa Progressive angkatan 27 tahun 2018 ini,  dalam prosesnya nanti diharapkan dapat berjalan dengan baik hingga mencapai wisuda dan dapat memberi manfaat positif bagi semua pihak.

Sementara itu, dalam sesi kuliah umum, Cilacs UII menghadirkan salah satu dosen senior PTS di Yogyakarta yang sekaligus interprener dan motivator  yaitu Rosyidah Jayanti Vijaya, SE., M.Hum. Dalam kuliahnya Ms Rosyidah memberikan banyak sekali tips bagaimana cara mudah mempelajari dan memahami bahasa Inggris dengan mudah, salah satunya adalah yang dilakukan sekarang ini, berkumpul dalam satu komunitas yang memiliki tujuan sama. Hal tersebut dapat meningkatkan motivasi untuk terus belajar yang nantinya akan berimbas pada peningkatan skill setiap mahasiswa.

Dalam pelaksanaan kuliah umum ini juga dilakukan prosesi wisuda Progressive angkatan 25 sebanyak 10 orang mahasiswa. Dalam keempatan ini pula Cilacs UII menyuguhkan pentas tari Nawung Sekar yang diperagakan oleh mahasiswi BIPA Cilacs UII. (Ank)

Prodi MIAI FIAI UII Uji Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswanya

Dalam rangka peningkatan kemampuan mahasisiwa Magister Ilmu Agama Islam (MIAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia sekaligus mencetak lulusan terbaik yang sesuai dengan tuntutan pasar global saat ini,  Cilacs UII dipercaya sebagai partner dalam kegiatan Workshop dan Seminar Tes Kompetensi Bahasa Inggris yang dirangkai dengan tes Certificate of English Proficiency Test (CEPT).

 Kegiatan berlangsung pada Sabtu tanggal 8 September 2018 di ruang Auditorium PPs FIAI UII kampus UII Unit Demangan Jl. Demangan bAru 24 Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung  sejak pukul 08.30 wib-15.00 wib dan diikuti oleh sebanyak 30 orang mahasiswa MIAI FIAI UII. Program ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa karena menjadi persyaratan kelulusan, bahkan sertifikat/score report yang diperoleh nanti tentu bisa bermanfaat sebagai portofolio ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi MIAI FIAI UII Dr. Junanah, MIS. Dalam sambutannya beliau berpesan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan banyak memeberi manfaat bagi semua pihak.

Seminar dan Workshop kali ini, Cilacs UII menghadirkan pembicara sekaligus pengajar senior Cilacs yaitu Ferry Desnita yang kerap dipanggil Miss Ita. Materi seminar dan hasil tes yang diperoleh tersebut diharapkan memberi wawasan tambahan kepada mahasiswa. Terutama tentang berbagai jenis tes bahasa Inggris yang ada di Indonesia, sedangkan hasil (sertifikat/score) yang diperoleh nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai portofolio yang dapat digunakan ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja. (Ank)

BIPA dan Kultur Jawa Islam Diminati Mahasiswa Asing

Negara Indonesia adalah negara kultural, ditempati oleh masyarakat (rakyat) yang juga  memiliki bermacam kebudayaan dan agama yang berbeda. Kita patut bersyukur, walaupun Indonesia dihuni oleh masyarakat yang demikian namun bisa tetap utuh sebagai sebuah negara. Hal ini pula yang menjadikan warga asing tertarik dengan Indonesia baik bahasa, budaya serta kulturnya yang begitu kuat.

Pengembangan bahasa Indonesia di Cilacs UII sudah dimulai sejak lama, kali ini Cilacs mendesain program bahasa Indonesia yang dipadukan dengan kultur Jawa dan Islam. Head of Research and Development Program Cilacs UII, F. Aldhika Deinza Saputra, S.Pd., M.M, saat diwancarai diruang kerjanya pada Senin 10 September 2018  menjelaskan bahwa siswa yang belajar bahasa Indonesia akan diajak secara langsung menggali kebudayaan lokal yang ada. Khusus di Yogyakarta, siswa akan diajak berinteraksi secara langsung dengan masyarakat desa tertentu. Sedangkan dalam pembejaran budaya Islam siswa BIPA nantinya akan diajak mengunjungi beberapa masjid bersejarah dan pondok pesantren yang ada di Yogyakarta.

Agar lebih dikenal di pasar luas,  Cilacs UII  tidak hanya mengenalkan program ini di wilayah Yogyakarta namun juga ke luar wilayah Yogyakarta. Seperti yang dilakukan pada bulan Agustus lalu, Direktur Cilacs UII Fitri Nugraheni, Ph.D mengirimkan delegasinya untuk  mengunjungi  Unikom (Universitas Komputer Indonesia). Aldhika Deinza Saputra, S.Pd., M.M  yang bertugas saat itu menjelaskan pertemuan pada hari Senin, 20 Agustus 2018 bahwa kehadiran Cilacs UII disambut baik oleh Dr. Inta Budi Setya Nusa,S.E., M.Ak. selaku Direktur Internasional Program dan Beasiswa Unggulan Unikom, Bandung.  Lebih lanjut Deinza menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya yaitu pada bulan Maret 2018 lalu, pertemuan berlangsung santai di Kantor International Office Affair Unikom, kedua belah pihak  mendiskuasikan tentang perkembangan BIPA di lembaga masing-masing. Sesuai tujuan utamanya, Cilacs memperkenalkan desain baru BIPA yang dikombinasikan dengan materi kultur Jawa dan Islam bagi mahasiswa asing.

Dalam perbincangan tersebut pihak Unikom Bandung menyambut positif dan menyampaikan bahwa kemungkinan sangat diminati oleh mahasiswa asing yang belajar di Unikom. Pada akhir pertemuan kedua belah pihak berharap dapat terjalin kerjasama dimasa yang akan datang. (Ank)

Tahun ke 3, CILACS UII Kembali Dipercaya Dalam Pengembangan Bahasa Inggris STPN Yogyakarta

Menciptakan sumber daya yang berkualitas memang membutuhkan kesungguhan dan motivasi yang kuat. Seperti halnya Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, peningkatan kualitas sumber daya manuasia menjadi keharusan agar dapat menciptakan lulusan-lulusan terbaik di bidangnya.  STPN adalah pendidikan tinggi yang telah cukup lama hadir di Indonesia yang merupakan sebuah perguruan tinggi kedinasan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia dan telah meluluskan ribuan mahasiswa dibidang agraria yang kini tersebar di seluruh tanah air.

Program pelatihan bahasa Inggris kerjasama dengan Cilacs UII yang dijalankan oleh STPN berupa pelatihan  TOEFL ® ITP Preparation yang diberlakukan bagi mahsiswa tingkat I, II, III, dosen serta karyawan.  Tujuan utama diselenggarakan kegiatan ini salah satunya dalah sebagai upaya pengenalan bentuk dan materi tes TOEFL ® ITP sehingga di masa mendatang mahasiswa dapat lebih siap untuk menghadapi tes resmi TOEFL ® ITP.

Diwawancarai diruang kerjannya, Dinar Darundini, AH selaku Sales and Promotion Staff  yang menangani kerjasama ini menjelaskan bahwa kerjasama dengan STPN ini merupakan kerjasama tahun ketiga. Artinya bahwa, program yang dijalankan sebelumnya telah dirasakan manfaat postifnya. Sertifikat yang didapatkan oelh masing-masing peserta nantinya  dapat memberikan nilai tambah bagi kelulusan mereka.

Dinar juga menambahkan bahwa harapan yang ingin dicapai secara umum  adalah program bisa berjalan dengan baik sesuai target waktu yang ditentukan serta meraih skor minimal 450 untuk TOEFL ® ITP  pada saat final test yang akan datang. (Dnr/Ank)

 

Cilacs UII Layani Tes CEPT Bagi Penyandang Disabilitas

Penyandang disabilitas hingga sekarang ini kadang masih mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang sehingga hak-haknya belum secara maksimal terpenuhi. Dalam pelayanan bagi masyarakat umum seperti halnya Cilacs UII, khususnya kompetensi tes bahasa Inggris kadang menjadi persoalan tersendiri karena tes kompetensi bahasa asing umumnya menguji kemampuan Listening Skill, Structure dan Reading.

Khusus disabilitas tuna rungu, tes CEPT dilaksanakan di ruang khusus dan menggunakan headset standar tes seperti yang digunakan pada TOEFL iBT Test, hal berbeda ini harus dilakukan karena standar tes kompetensi bahasa Inggris seharusnya menggunakan speaker aktif. Namun demikian ini adalah suatu bentuk perlindungan yang diterima oleh penyandang disabilitas agar terpenuhi hak-haknya dan mendapatkan jaminan rasa aman serta kesetaraan dengan orang lain.

Seperti halnya yang sedang lakasanakan oleh salah satu penyandang disabilitas tuna rungu  Muhammad Qabil Wakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia, Prodi Teknik Informatika yang harus melaksanakan tes CEPT sebagai syarat pendadaran. Tes dilaksanakan pada Rabu 8 Agustus 2018 di Cilacs UII Jl. Demangan baru 24 Yogyakarta Ruang London, Self Acces Center (SAC) pada pukul 08.30 sampai dengan selesai. Dalam usahanya M. Qabil Wakan diberikan tempat, waktu dan instrumen khusus dalam melaksanakan tes tersebut. Pelaksanaan tes tetep diawasi ketat seperti halnya tes pada umumnya, namun dalam teknispenggunaan instrumen yang ada dibantu oleh supervisor dan proctor. Tes berjalan lancar walaupun dirasakan belum begitu maksimal. (Ank)

Mantapkan Semangat Langkah Mendunia, Cilacs UII Kunjungi Bangkok

Sebagai upaya mewujudkan semangat “Langkah Mendunia’ yang digaungkan sejak tahun 2018 ini, Cilacs UII sebagai lembaga pelatihan bahasa asing Asia dan Eropa yang memiliki orientasi nasional dan internasional, Cilacs UII ingin sekali dikenal tidak hanya di segmen pasar nasional namun juga ingin dikenal sebagi lembaga bahasa asing yang dikenal di segmen pasar internasional. Untuk itu, perlu adanya sebuah kegiatan ataupun kerjasama dengan negara lain.

 

Dipimpin langsung oleh Direktur Cilacs UII, Fitri Nugraheni, Ph.D yang didampingi oleh Aditya Suci, S.Pt (Kepala Departemen  Pemasaran), Aldhika Deinza, S.Pd.,M.M. (Kepala Departeme Litbang), Suprihatin, A.Md. (Kepala Departemen. Akademik), Aisyiyah, S.E., M.M. (Kepala Departemen Keuangan) melakukan kunjungan ke Bangkok yang bertujuan menjajaki kemungkinan kerjasama sekaligus memasarkan produk Cilacs yaitu program bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) ke beberapa sekolah menengah yang ada di Bangkok, Thailand.

Kunjungan dilaksanakan sejak tanggal 2 hingga 4 Agustus 2018. Kunjungan diawali ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Thailand yang dalam kesempatan itu tim Cilacs ditemui secara langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi. Dalam pembicaraan yang berlangsung santai, Fitri juga menyampaikan pandangan tentang pentingnya borderless education  yang memungkinkan seorang pelajar tidak hanya belajar di negaranya saja, dalam hal ini Cilacs siap untuk menjadi mitra berbagai pihak dalam implementasi konsep tersebut.

Kegiatan dihari kedua, dijadwalkan bertemu dengan beberapa perwakilan sekolah tingkat menengah (SMU) yang ada di thailand. Diantaranya adalah : Santichon Islamic School, Islamic College of Thailand, Al-Qurra Wittaya School dan Sasnuprathum Bangkok yang bertujuan untuk memeperkenalkan Cilacs serta menawarkan beberapa program kerjasama pelatihan bahasa Ingris dan BIPA.

Pada hari ketiga, bertepatan dengan peringatan anniversary SIS ke 20, tim Cilacs UII diundang untuk menghadiri opening ceremony kerjasama Program Hafiz qur’an antara  SIS dan Ponpes La raiba Hanifida Jombang yang juga dihadiri Dubes RI Bangkok.

Saat dihubungi melalui telepon, Fitri berharap bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan  Cilacs UII untuk berbagi ilmu dengan saudara serumpun di ASEAN, menjalin

(Adt/Ank)