Prodi MIAI FIAI UII Uji Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswanya

Dalam rangka peningkatan kemampuan mahasisiwa Magister Ilmu Agama Islam (MIAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia sekaligus mencetak lulusan terbaik yang sesuai dengan tuntutan pasar global saat ini, Cilacs UII dipercaya sebagai partner dalam kegiatan Workshop dan Seminar Tes Kompetensi Bahasa Inggris yang dirangkai dengan tes Certificate of English Proficiency Test (CEPT).

Kegiatan berlangsung pada Sabtu tanggal 8 September 2018 di ruang Auditorium PPs FIAI UII kampus UII Unit Demangan Jl. Demangan bAru 24 Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.30 wib-15.00 wib dan diikuti oleh sebanyak 30 orang mahasiswa MIAI FIAI UII. Program ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa karena menjadi persyaratan kelulusan, bahkan sertifikat/score report yang diperoleh nanti tentu bisa bermanfaat sebagai portofolio ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi MIAI FIAI UII Dr. Junanah, MIS. Dalam sambutannya beliau berpesan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan banyak memeberi manfaat bagi semua pihak.

Seminar dan Workshop kali ini, Cilacs UII menghadirkan pembicara sekaligus pengajar senior Cilacs yaitu Ferry Desnita yang kerap dipanggil Miss Ita. Materi seminar dan hasil tes yang diperoleh tersebut diharapkan memberi wawasan tambahan kepada mahasiswa. Terutama tentang berbagai jenis tes bahasa Inggris yang ada di Indonesia, sedangkan hasil (sertifikat/score) yang diperoleh nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai portofolio yang dapat digunakan ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja. (Ank)

Mendapatkan Beasiswa Plus Jodoh Lewat Bahasa Inggris

Menguasai bahasa Inggris baik aktif maupun pasif adalah satu kunci besar untuk bisa meraih beasiswa sekaligus kuliah ke negara berbahasa Inggris. Setelah mengabdi kepada Indonesia lewat menjadi pengajar muda Gerakan Indonesia Mengajar tahun 2015, saya memutuskan kembali mendalami bahasa Inggris yang fokus untuk persiapan TOEFL dan IELTS di Cilacs UII. Setelah selesai mengikuti kursus, saya memberanikan diri ambil tes TOEFL dan di saat yang sama sedang dibuka beasiswa LPDP. Alhamdulillah dari hasil mengikuti tes tersebut, saya gunakan untuk mendaftar LPDP dan ternyata lolos. Saat ini saya sudah masuk tahun kedua kuliah di The University of Adelaide, Australia Selatan.

Keputusan saya mendalami bahasa Inggris adalah pilihan yang sangat tepat sebagai langkah meraih mimpi saya kuliah di luar negeri. Tentu apabila mimpi saya tidak dibarengi dengan tindakan nyata melewati peryaratan kemampuan berbahasa Inggris, saya tidak akan pernah kuliah S2 ke negeri Kanguru ini. Saya sadar dengan skor TOEFL 420 yang saya dapatkan saat kuliah S1 tidak akan melewati persyaratan pemberi beasiswa, sehingga saya bertekad menaikkan skor tersebut. Proses belajar bahasa Inggris yang sungguh-sungguh saya lakukan akhirnya membuahkan hasil. Setelah menaklukkan TOEFL, saya pun melanjutkan bergelut dengan IELTS sebagai syarat untuk diterima kampus di Australia.

 

Saya berkesimpulan bahwa untuk meraih kesuksesan dalam berbahasa Inggris butuh kesungguhan, kerja keras dan kecintaan. Saat itu saya berani mengeluarkan uang tabungan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris sebagai investasi kesuksesan setelahnya. Satu tekad besar yaitu bisa kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, sehingga saya pun selalu membarengi dengan kerja keras mendalami bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Saya menghidupkan semangat berbahasa Inggris dalam diri lewat kedisiplinan diri belajar setiap hari. Dari saking semangatnya, saya berusaha selalu sampai di tempat kursus 15 menit sebelum kelas di mulai saat ambil kelas IELTS bersama Mr. Imam.

Satu hal lagi yang sangat saya perhatikan dalam menekuni bahasa Inggris adalah saya melakukannya dengan rasa cinta. Saya percaya bahwa hidup akan selalu indah apabila menjalani semua proses dengan penuh kecintaan. Dalam perjalanan belajar bahasa Inggris yang panjang saya melawan rasa bosan dan frustasi dengan mencintai kegiatan belajar bahasa Inggris, bahkan saya sering bercanda dengan teman-teman dan dosen di kursusan. Tidak terasa, saya seperti menemukan keluarga dekat di setiap ruang-ruang kursus. Lebih jauh lagi, saya mendapatkan istri Ratna Sari lewat pertemanan di lembaga kursus Cilacs UII. Betapa bersyukur sekali, dengan keputusan menekuni bahasa Inggris, saya bisa mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri, sekaligus menemukan belahan jiwa. Alhamdulillah J