Persiapkan Studi ke Timur Tengah PPM MBS Bekali Santrinya Dengan Tes SIMLA

Pelaksnaan Tes SIMLA

Bahasa Arab secara internasional telah diterima dan berkembang dalam berbagai bidang  ilmu sains dan teknologi dunia global, bahasa Arab menjadi memiliki daya tarik dan minat masyarakat dunia terlebih lagi dalam dunia muslim yang telah memiliki sejarah tersendiri. Seperti kita ketahui bahwa bahasa Arab dikenal sebagai satu-satunya bahasa dalam kitab suci Al- Quran dan telah menjadi bahasa resmi negara-negara Islam.

Peradaban Islam yang berkembang saat ini telah menjangkau dan menguasai berbagai berbagai bidang baik ekonomi, pendidikan dan teknologi.  Hal ini membawa bahasa Arab untuk menjadi bagian dalam perkembangan dunia modern sehingga paturt menjadi salah satu bahasa yang wajib dikuasai oleh semua pihak.

Berkaitan dengan hal itu, semua pihak perlu mempersiapkan diri sejak dini, sperti halnya yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta (MBS), dalam menyiapkan santri yang berkulaitas saat lulus nanti maka para santri diwajibkan mengikuti program bimbingan belajar khusus di PPM MBS sebagai persiapan studi lanjut ke Timur Tengah yang bekerja sama dengan Cilacs UII. Salah satu kegiatannya yaitu tes SIMLA Online bagi para santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta (MBS) yang diikuti sebanyak 56 orang siswa.

Proses pengawasan Tes SIMLA

Saat dihubungi melalui telepon pada hari Rabu 17 Februari 2021 di ruang kerjanya, Dinar Darundini A.H, S.I.P selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa Tes SIMLA yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Januari 2021 lalu dengan pihak PPM MBS adalah kerjasama pertama kali yang semoga dapat membuka kerjasama lain yang terus berkesinambungan. Ditambahkan oleh Dinar, bahawa tes SIMLA ini dilaksanakan secara online melalui sistem pengawasan  remote proctoring dengan menerapkan persyaratan dan ketentuan yang sangat ketat untuk menjaga validitas tes. Sebagian besar santri mengikuti tes SIMLA online dari rumah masing-masing dan sebagian lagi mengikuti dari sekolah.

SIMLA (Syahadah al-Ikhtibar li Maharah al-Lughah al-‘Arabiyyah) merupakan sebuah alat ukur tes bahasa Arab yang diterbitkan oleh Cilacs UII yang dapat digunakan oleh siapa saja antara lain guru, mahasiswa, akademisi maupun umum untuk berbagai keperluan antara lain sebagai pelengkap prasyarat untuk studi lanjut beasiswa LPDP, kelulusan, dll. SIMLA menguji 3 kemampuan antara lain : Fahm Masmu’ (Menyimak), Asalib wa Tarakib (Tata Bahasa) dan Fahm Maqru’ (Pemahaman Bacaan). Dnr/Ank

Persiapkan Lulusan Berkualitas STIMARYO Bekali Kemampuan Berbahasa Inggris

Kompetensi Bahasa Inggris adalah alat komunikasi vital bagi seseorang saat bekerja di atas kapal. Terlebih lagi jika harus berlayar menggunakan kapal-kapal asing. Menguasai bahasa Inggris bagi pelaut suatu kewajiban, jika kemampuan bahasa tidak dikuasai dengan baik bisa terjadi miskomunikasi dalam  menerima perintah sehingga dalam mengerjakan tugas dapat berakibat menimbulkan berbagai resiko terutama yang terkait dengan keselamatan dalam pelayaran.

Dalam mempersiapkan lulusan-lulusan terbaiknya, STIMARYO  (Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta) bekerjasama dengan Center for International Language and Cultural Studies CILACS)-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dalam program pelatihan bahasa Inggris untuk komunikasi internasional.

Program yang dijalankan ini meliputi pembelajaran Conversation (percakapan) bagi taruna STIMARYO. Program ini berlangsung mulai Februari 2021 dengan ditandai dilaksanakannya Studium Generale pada Kamis, 4 Februari 2021 yang dilaksanakan secara daring (online). Dibuka secara resmi oleh Kepala CILACS UII Lizda Izwari, S.T., M.Sc, dalam sambutannya Lizda Iswari mengucapkan terima kasih kepada STIMARYO yang telah mempercayakan program ini kepada CILACS UII. Lebih lanjut Lizda menyampaikan bahwa memiliki keahlian untuk berbicara di dunia luas salah satunya yaitu bahasa Inggris yang diunakan untuk berkomunikasi akan menunjang sebuah keberhasilan. Namun demikian, kesuksesan program ini tergantung juga kepada individu yang menjalankannya, keaktifan peserta untuk berani berbicara dan mampu mengungkapkan ide akan menjadi poin penting keberhasilan program ini.  Dalam akhir sambutannya Lizda menyampaikan harapan agar program ini bisa memberikan manfaat berkembangnya kemampuan bahasa Inggris seluruh peserta.

Yang menarik dalam stadium general kali ini dilaksanalkan juga sesi motivasi belajar bahasa Inggris dengan menghadirkan salah satu pembicara yaitu Mr. Yono Malakiano yang dengan penuh semangat memberikan wawasan dan berbagai tips menguasahi bahasa Inggris dengan baik. Program Conversation ini sendiri rencananya dijalankan dua kali dalam setahun yang berfungsi mewadahi serta membekali  kemampuan seluruh taruna STIMARYO sebelum mereka lulus.

Sementara itu, Heni Dwi Iryanti, S.Pd., M.Pd (Kepala UPT Bahasa STIMARYO) menyampaikan bahwa pelatihan bahasa Inggris ini bersifat wajib bagi seluruh taruna STIMARYO sebagai pengganti  pelatihan sebelumnya pernah dilaksanakan di tempat lain. Secara terpisah Suprihatin, S.Pd (Ka.Dept Akademik CILACS UII) saat dikonfirmasi terkait materi pembelajaran menjelaskan bahwa program Conversation ini akan dikemas dalam konsep Online Class dengan mengadopsi Blended Learning ( Synchrone & a-Synchrone) dimana peserta nantinya tetap bisa berlatih aktif berbicara dan menyampaikan sebuah ide dalam bahasa Inggris. (Ank/Iyn)

Mencari Terobosan Baru CILACS UII Studi Banding ke LIB FIB UI Jakarta

 

Awal tahun 2021 ini dunia dipastikan belum terlepas dari jerat pandemi virus Covid-19, dampak pandemi telah mengakibatkan perubahan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Bagi lembaga penyelenggara pendidikan informal, dampak pandemi berpengaruh pada turunnya intensitas pembelajaran secara on-site. Ruang-ruang kelas yang biasanya dipenuhi oleh siswa kini terlihat lengang, karena sebagian besar proses pembelajaran telah beralih pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan platform berbasis internet. PJJ menjadi pilihan yang harus diambil oleh lembaga penyelenggara pendidikan agar proses pembelajaran dapat tetap berjalan, sekaligus menjadi sebuah upaya mitigasi pencegahan penyebaran virus covid-19 sesuai arahan pemerintah, khususnya penerapan physical distancing.

Model PJJ menjadi gambaran keberlangsungan dunia pendidikan di masa mendatang, meskipun penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran harus tetap mempertimbangkan sisi humanis dan peran pengajar dalam membangun  interaksi yang efektif dengan peserta didik. Secara lebih lanjut penyelenggara pendidikan dituntut untuk dapat melakukan upaya adaptasi baik dengan modifikasi sistem pembelajaran maupun penyesuaian tata kelola  kelembagaan, agar dapat tetap bertahan di masa yang sulit ini. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para penyelenggara pendidikan, namun demikian, tantangan ini dapat sekaligus menjadi peluang bagi lembaga pendidikan untuk melakukan berbagai pengembangan, terutama dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi internet.

Sebagai salah satu implementasi upaya dalam menghadapi tantangan di atas maka pada hari Jumat, 22 Januari 2021 lalu, Cilacs UII melakukan studi banding secara virtual dengan Lembaga Bahasa Internasional (LBI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dihadiri oleh perwakilan dari LBI FIB UI antara lain : Harumi M.A. Yamin, M.Hum (Direktur LBI FIB UI), Hilda Sutandyo, M.Hum. (Wakil Direktur), Andika Wijaya, MTrans Interp. (Manajer Program Pengembangan Penerjemahan/PPP), Endang Nandiasari, S.Hum. (Manajer Program Pelayanan Bahasa/PPB), Nandika Mandiri (Manajer SDM), Sri Handayani Yasa, M.Hum. (Manajer Program BIPA), Vera Yolanda Sari (Manajer Pemasaran) dan Saripudin (Manajer Keuangan).

Sedangkan tim Cilacs UII dipimpin oleh Kepala Cilacs UII Lizda Iswari, S.T., M.Sc. dan didampingi oleh Aisyiyah, S.E., M.M. (Ka. Dept. Keuangan dan Administrasi), F. Aldhika Deinza Saputra, S.Pd., M.M. (Ka. Dept. Litbang), Enggar Solichatun, S.H (Ka. Dept. SDM & Umum), Aditya Suci, S.Pt (Ka. Dept. Pemasaran) dan Suprihatin. S.Pd (Ka.Dept. Akademik).

Pertemuan berlangsung secara dua arah, kedua lembaga memperkenalkan tim yang terlibat serta profil masing-masing secara bergantian, selanjutnya dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam diskusi ini kedua lembaga saling membagikan pengalaman masing-masing terutama upaya dalam menghadapi situasi pandemi, kendala yang dihadapi serta solusi dan terobosan baru yang telah dan akan dilakukan, mulai permasalahan sumber daya manusia, program pembelajaran sampai dengan pemasaran. Di akhir pertemuan Lizda Iswari menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah mendapatkan banyak sekali tambahan pengetahuan yang bisa menjadi inspirasi bagi Cilacs UII untuk melakukan pengembangan manajemen yang lebih baik dan profesional.

Harapan kedua belah pihak antara lain adalah terbukanya peluang kerjasama di masa mendatang yang dapat membawa manfaat positif bagi semua pihak. (Ank)

 

Program dan Jadwal IELTS Simulasi 2021 Cilacs UII

International English Language Testing System (IELTS) adalah sistem tes Bahasa Inggris internasional yang terpopuler di dunia untuk keperluan studi, bekerja dan imigrasi. Pada tahun lalu, ada lebih dari 2.9 juta tes yang telah diambil. Hasil IELTS yang valid diakui oleh lebih dari 10.000 organisasi, termasuk lembaga pendidikan, perusahaan, asosiasi professional, dan pemerintahan, di 145* negara di seluruh dunia.

Konten tes terstandarisasi IELTS dikembangkan oleh tim ahli internasional dan melalui penelitian ekstensif untuk menjamin tes yang tetap adil dan tanpa bias untuk peserta manapun tanpa memandang kebangsaan, latar belakang, jenis kelamin, gaya hidup atau lokasi.

Anda dapat mengikuti IELTS Academic atau IELTS General Training, tergantung syarat pendaftaran institusi Anda maupun rencana Anda untuk masa depan. Jika Anda berencana untuk belajar atau pindah ke Inggris Raya, Anda harus mengikuti tes IELTS yang disetujui oleh otoritas Visa dan Imigrasi Inggris Raya yang dikenal sebagai IELTS untuk UKVI.

Format tes IELTS

IELTS menguji keempat keterampilan berbahasa: mendengarkan (Listening), membaca (Reading), menulis (Writing), dan berbicara (Speaking). Anda akan mengikuti tes ListeningReading dan Writing pada hari yang sama secara bertahap, tanpa jeda di antaranya. Tergantung pada test center Anda, tes Speaking Anda mungkin pada hari yang sama dengan tiga tes lainnya, atau hingga tujuh hari sebelum atau sesudahnya. Total waktu tes adalah di bawah tiga jam. (sumber : Idp Indonesia).

Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tes yang sesungguhnya, Cilacs UII membuka program IELTS tes Simulasi. Diharapkan program ini bisa mengukur pencapaian skor IELTS sebelum menghadapi tes yang sesungguhnya. Berikut adalah jadwal IELTS Simulasi tahun 2021 :

 

Bertahan, Berbenah dan Berkembang di Masa Pandemi Cilacs UII Laksanakan Rakorja 2021

Pandemi Covid 19 hingga akhir tahun 2020 ini belum berakhir, bahkan di Wilayah Jawa Bali justru semakin meningkat. Banyak pelaku bisnis di awal tahun 2021 ini berupaya mencari solusi agar tetap bertahan menjalankan bisnisnya. Dampak ekonomi yang dialami hampir di semua sektor usaha sangat terasa di tahun 2020.

Bagi Cilacs UII, sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan informal perlu kiranya mengatur strategi bisnis yang tepat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya  dalam berbagai kebutuhan kebahasaan. Untuk itu, pimpinan Cilacs UII mengajak seluruh staf dan karyawan untuk berkoordinasi bersama menentukan arah bisnis yang tepat dalam situasi pandemic Covid-19 saat ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Januari 2021 dalam bentuk Rapat Koordinasi Kerja Rakorja (Rakorja 2021) yang dilaksanakan secara daring (online) dan diikuti oleh seluruh staf manajemen serta pengajar Cilacs UII.

Rakorja 2021 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cilacs UII Lizda Iswari, S.T., M.Sc, dalam sambutannya Lizda menyampaikan perkembangan tahun 2020 yang telah dilampaui Cilacs UII dengan berbagai kendala yang dialami selama menghadapi pandemic Covid-19. Setelah itu Lizda melanjutkan pemaparan strategi utama Cilacs UII dalam menghadapi situasi pandemic Covid -19 yang masih terus berlanjut. Secara umum Lizda Iswari mengajak semua pihak untuk bersinergi dengan semangat menerapkan strategi Bertahan, Berbenah dan Berkembang, Cilacs UII berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik dengan terus mengembangkan inovasi metode dan pelayanan terbaru.

Rencana strategi dalam Rakorja kali ini juga disampaiakan oleh tiap departemen secara rinci, yang pertama yaitu bidang Litbang oleh Adhika Dienza, S.Pd., M.M (Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan) memaparkan strateginya yaitu pengingkatan kualitas material pembelajaran serta lebih memperkaya bank soal dalam kaitannya dengan tes CEPT Cilacs UII. Yang kedua yaitu bidang SDM oleh Enggar Solichatun. S.H (Kepala Departemen SDM) memaparkan strateginya yaitu terus mendukung semua hak dan kebutuhan karyawan dengan mengedepankan kondisi kebiasaan baru normal dalam menghadapai Pandemi Covid-19. Yang ketiga, dilanjutkan bidang Akademik oleh Suprihatin. S.Pd (Kepala Departemen Akademik) menjelaskan strategi pelayanan akademik yang lebih profesional kepada konsumen dan staf pengajar Cilacs UII, salah satu upayanya yaitu dengan peningkatan kompetensi staf akademik yang lebih baik. Kemudian yang keempat, bidang keuangan oleh Aisyiyah, S,E., M.M (Kepala Departemen Keuangan) memaparkan rencana pelayanan keuangan yang lebih efektif kearah pelayanan online dan digital. Pada sesi akhir, bidang pemasaran oleh Aditya Suci. S.Pt (Kepala Departemen Pemasaran) memaparkan kondisi tahun 2020 dimana demand permintaan yang secara drastis menurun akibat Covid-19. Namun dalam pandangan pemasaran, bahwa dalam situasi saat ini permintaan baik pembelajaran bahasa maupun tes masih ada. Yang perlu dilakukan yaitu adaptasi kepada kebiasaan baru, dimana kelas masih harus terus dibuka bagi masyarakat namun dalam format daring/online tanpa meninggalkan kemungkinan membuka kelas tatap muka.

Pada kesempatan itu pula dilaksanakan diskusi dan tanya jawab antara staf, pengajar dan manajemen Cilacs UII. Harapan besar yang ingin dicapai adalah terwujudnya harapan besar bahawa Cilacs UII menjadi lembaga yang lebih professional dan penuh inovasi dalam upaya  peningkatan  pelayanan kepada konsumen di tengah kondisi pandemi. (Ank)

Jadwal Resmi TOEFL iBT(R) Cilacs UII Tahun 2021

TOEFL ® iBT adalah salah satu bentuk tes international terbaru dengan sistem on-line melalui internet yang menggantikan bentuk TOEFL international yang masih berbasis komputer (Computer Based). Perbedaan yang sangat signifikan adalah tingkat akurasi yang lebih tepat dalam mengukur kemampuan penggunaan Bahasa Inggris secara aktif dari masing-masing peserta.

Dapat digunakan sebagai syarat aplikasi studi lanjut di luar negeri, lebih banyak digunakan di negara negara BENUA AMERIKA.

Selain keempat skill tersebut peserta juga dituntut untuk dapat mahir dalam penggunaan teknologi internet dan komputer karena semua instruksi dalam proses tes tersebut menggunakan teknologi tersebut. Hal ini ditujukan agar penilaian kemampuan peserta dapat dilaksanakan dengan cara yang jauh lebih objektif.

 

PenyelenggaraTipe

Jenis tes

Materi Tes

 

Durasi tes

Score

Biaya            

Masa berlaku

Hasil

Info/Lokasi

Registrasi

: ETS – Educational Testing Service: International

: Internet Based

: Active Listenng, Active Reading,

Writing, Speaking

: 120 menit

: 0 – 120

: USD 205

: 2 tahun

: 15 – 30  hari

: Cilacs UII

: on line (www.ets.org)

CILACS UII Buka Program Promo Spesial Akhir Tahun

Pandemi Covid-19 sekarang ini merubah sistem pembelajaran formal maupun informal hamper diseluruh dunia,  kebijakan sistem pendidikan yang ditetapkan pemerintah mengharuskan pelaksanaan kelas secara sistem jarak jauh yaitu daring/online (da;am jaringan). Pembelajaran tidak bisa lagi dilaksankan secara tatap muka di kelas, kondisi tersebut mau tidak mau harus menjadi pilihan agar proses pembelajaran terus dapat dilaksanakan.

Dukungan sistem online dengan memanfaatkan teknologi dan berbagai macam jenis aplikasi video conference yang berkembang pesat saat ini dirasakan cukup menjadi solusi terbaik.

Perlu disadari bahwa belajar merupakan suatu aktifitas yang memerlukan dorongan dari internal dan external/lingkungan, dengan kata lain apapun kondisinya motivasi belajar tergantung pada diri sendiri. Namun demikian, metode dan strategi pembelajaran juga memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar seseorang. Pembelajaran yang menyenangkan dan tidak menimbulkan rasa bosan menjadi pilihan metode pembelajaran yang banyak diharapkan.

Dengan dasar itulah, Cilacs UII di akhir tahun 2020 ini mendesain program khusus, yaitu Short Course akhir tahun 2020 dengan mengedepankan metode dan sistem pembelajaran yang menyenangkan. Banyaknya pilihan program serta pilihan jadwal memungkinkan peserta leluasa memenuhi kebutuhan dan program bahasa yang diinginkan.

Program Short Course 2020 Cilacs UII kali ini ini membuka kelas singkat utk program persiapan IELTS™ , TOEFL® ITP, Conversation, Grammar, English for Job Hunting, English for Presentation, Mandarin, Korea, Arab, Jepang, Prancis, Italia dan Spanyol.

Informasi dan Program bisa diperoleh melalui WA . 0857-4365-0224.atau dating ke kantor 3 Cilacs UII di Ambarketawang, Gamping Kidul, Gamping (timur tugu pal Gamping). (Ank)

>> UNDUH BROSUR

FEBI UIN Walisongo Semarang Studi Banding Ke Cilacs UII

 

Manajemen Cilacs UII menerima kunjungan perwakilan dari FEBI UIN Walisongo, Semarang

Dalam rangka upaya peningkatan kualitas pengembangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa, delegasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo, Semarang, pada Kamis 19 Nov 2020 mengunjungi kantor Cilacs UII untuk melakukan silaturahmi dan studi banding berkenaan dengan manajemen pengelolaan unit bahasa. Rombongan delegasi diterima di gedung UII Demangan, Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pertemuan yang berlangsung secara hangat ini disambut secara langsung oleh Lizda Iswari, S.T., M. Sc (Kepala Cilacs UII) dengan didampingi Aldhika Deinza, S.Pd., M.M (Ka. Dept. Litbang) serta Aisyiyah, S.E., M.M (Ka. Dept. Keuangan). Rombongan FEBI UIN Walisongo sendiri diketuai oleh Drs. Saekhu, M.H (Wakil Dekan III) dengan didampingi Abdul Hakim, M.Ag (Kabag Tata Usaha), Nur Aini Fitriya Ardiani A, MBA (Dosen), Candra Hendrawan (DEMA FEBI), Alief Nurrohman (UKM ELC).

Dalam sambutannya, Lizda Iswari menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga karena telah menjadi tujuan studi banding dari FEBI UIN Walisongo, yang menunjukkan bahwa keberadaan Cilacs UII saat ini diakui oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Perkembangan dan kemajuan Cilacs UII dari awal hingga saat ini tak lepas dari proses panjang yang ditempuh dengan komitmen tinggi oleh semua stakeholder. Untuk menumbuhkan kepercayaan tentunya diperlukan dedikasi tinggi dan juga perwujudan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Lizda juga memaparkan cara yang ditempuh Cilacs UII dalam mengelola produk jasa layanan bahasa yang dibutuhkan masyarakat. “Pada prinsipnya, pelanggan adalah prioritas yang harus diutamakan, apapun kebutuhannya sebisa mungkin dipenuhi dengan mengedepankan kualitas”, ujarnya.

Lizda Iswari, S.T., M.Sc sedang memberikan sambutan di hadapan delegasi FEBI UIN Walisongo

Selanjutnya, Wakil Dekan III FEBI UIN Walisongo, Drs. Saekhu, M.H menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan amanah dari pimpinan FEBI UIN Walisongo dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan manajemen serta peningkatan kompetensi bahasa bagi mahasiswa. Lebih lanjut disampaikan bahwa pertemuan ini bisa menjadi inspirasi bagi kemajuan English Language Center (ELC) FEBI UIN Walisongo di masa mendatang. Dalam diskusi dan tanya jawab, kedua belah pihak membicarakan kemungkinan kerjasama yang dapat dikembangkan di masa mendatang.

Penyerahan kenang-kenangan dari Cilacs UII dan FEBI UIN Walisongo, Semarang

Acara diakhiri dengan bertukar kenagn-kenangan serta foto bersama sembari menyampaikan harapan agar pertemuan tersebut dapat membawa manfaat bagi kedua institusi. (Ank)

 

 

CILACS UII Terpilih Menjadi Pelaksana Program English Access Microscholarship Dari RELO U.S. Embassy

Kesuksesan seseorang dapat ditentukan dari sisi bagaimana seseorang tersebut mampu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan suatu perubahan dalam hidupnya, karena kesuksesan hidup tidak ditentukan semata oleh keilmuan (skills), namun juga pada sikap mental serta jaringan sosial yang dimiliki sebagai pembuka pembuka jalan keberhasilan.

Berbicara tentang kesempatan, pada Selasa, 10 November 2020, Cilacs UII menyelenggarakan kegiatan info session yang dilaksanakan secara daring berkenaan dengan program English Access Microscholarship Program periode tahun 2020 – 2022. English Access Microscholarship merupakan program yang didanai secara penuh oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (US Embassy) melalui Regional English Language Officer (RELO) dan secara teknis untuk wilayah Indonesia dikelola oleh Indonesian International Education Foundation (IIEF). Cilacs UII sendiri telah terpilih menjadi official site untuk penyelenggaraan program di wilayah D.I. Yogyakarta. Program Access untuk wilayah D.I. Yogyakarta ditujukan bagi mahasiswa berprestasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris dari latar belakang kurang mampu.

Aditya Suci dan Suprihatin saat memandu acara Info Session Access Microscholarship Program

Info session menghadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Catur Wahyudi, RELO Assistant for Access Microscholarship Program, U.S. Embassy Jakarta, serta Lizda Iswari, S.T., M.Sc., Kepala Cilacs UII sekaligus Site Coordinator untuk area D.I. Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 15.30-17.00 WIB ini dipandu oleh moderator dari Cilacs UII yaitu Aditya Suci dan Suprihatin.

Pada sesi pertama, Catur menjelaskan mengenai program English Access Microshcolarship Program 2020-2022, Program Access ini merupakan program global yang dilaksanakan di lebih dari 85 negara dan telah diikuti oleh sekitar 95.000 peserta. Program Access  mengasah dan mempertajam kemampuan kritis di bidang bahasa Inggris untuk siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Manfaat mengikuti program ini antara lain : beasiswa penuh selama 2 tahun (buku, transportasi, tes TOEFL ITP®), mengasah dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan budaya Amerika, meningkatkan kemampuan komputer, kepemimpinan, dan jiwa sosial, berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar atau belajar di Amerika Serikat (bila tersedia), anggota penerima beasiswa pemerintah Amerika Serikat.

Kemudian pada sesi narasumber kedua, Lizda Iswari menyampaikan rasa bangga karena Cilacs UII terpilih sebagai satu-satunya lembaga bahasa yang dipercaya melaksanakan program tersebut untuk wilayah D.I. Yogyakarta dan sekitarnya. Disampaikan bahwa di D.I. Yogyakarta banyak sekali lembaga bahasa yang bagus, namun demikian terpilihnya Cilacs UII menjadi sebuah kebanggan dan bukti interpretasi yang baik terhadap kualitas pelayanan Cilacs UII yang terus berkembang hingga saat ini. Lebih lanjut Lizda menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan program  English Access Microscholarship Program ini terbagi menjadi 2 kegiatan besar yaitu after campus program dan additional activities. After campus program merupakan program utama dalam program Acces, bentuknya berupa sesi pembelajaran bahasa Inggris yang diselenggarakan paska kegiatan kuliah. Additional activities merupakan kegiatan tambahan yang bersifat pengayaan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan soft skill peserta, antara lain personal development, planning, team work dan leadership. Selain itu, yang meraik adalah pelatihan program yang bersifat digitalisasi, dimana peserta akan diajak memanfaatkan media sosial secara positif.

Pendaftaran English Access MicroShcolarship Program 2020-2022 ini dibuka hingga 15 November 2020 mendatang, bagi yang berminat dapat segera mendaftar melalui portal pendaftaran yang disediakan oleh IIEF yaitu www.iief.or.id/joinaccessnow. Sedangkan informasi lebih lengkap juga bisa di akses di laman cilacs.uii.ac.id/english-access-microscholarship-program. (Ank)


Informasi Lengkap Program Access Unduh Booklet Access DAFTAR ACCESS SEKARANG

ITC Jakarta Jajaki Peluang Kerjasama Pelaksanaan Tes Bahasa Jepang (JLFW) bersama Cilacs UII

Aditya Suci (Ka. Dept. Pemasaran Cilacs UII) saat menerima kunjungan M. Noordandy Z. (Head of Test Administration ITC)

Cilacs UII melakukan pertemuan dengan International Testing Service (ITC) dalam rangka penjajakan peluang kerjasama pelaksanaan tes kompetensi Bahasa Jepang : Japan Language for Foreign Workers (JLFW). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) pada 9 November 2020 ini, M. Noordandy Zulfiansyah selaku Head of Test Administration Division ITC menyampaikan bahwa saat ini tes JLFW baru diselenggarkan di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Seiring dengan banyaknya inquiry untuk pelaksanaan tes di area Yogyakarta maka ITC berencana untuk menjajaki peluang kerjasama bersama Cilacs UII sebagai Certified Test Administration Site (CTAS) untuk tes JLFW di area DIY-Jateng.

Tes JLFW merupakan tes yang ditujukan bagi orang asing yang tidak menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa ibu, dan secara khusus ditujukan bagi orang asing yang akan datang ke Jepang untuk bekerja. Berbeda dengan tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) yang mengukur kemampuan berbahasa Jepang secara umum, tes JLFW ini secara spesifik bertujuan untuk mengukur kemampuan berbahasa Jepang dasar yang diperlukan untuk berkomunikasi dalam situasi kehidupan sehari-hari serta menilai kualifikasi mereka dalam hal “kemampuan percakapan sehari-hari dan kemampuan selama hidup di Jepang tanpa adanya kesulitan”. Secara teknis tes ini akan disajikan dalam format Computer-Based.

Tes JLFW menjadi cukup potensial karena saat ini pemerintah Jepang telah menetapkan kebijakan baru penerimaan pekerja asing untuk bekerja dengan menggunakan ijin tinggal (visa) Pekerja Berketerampilan Spesifik (Specified Skilled Workers/SSW) atau disebut juga Tokutei Ginou. Nantinya pemegang visa SSW dapat bekerja di perusahaan Jepang dengan hak dan kewajiban yang sama dengan pekerja Jepang. Salah satu syarat untuk mendapatkan visa SSW tersebut adalah lulus ujian tes JLFW. Tes ini secara konten merujuk pada kombinasi tes (multi-session test) yang terdiri dari uji kompetensi bahasa Jepang Japanese Foundation Test for Basic Japanese (JFT-Basic) dan Skill Test berdasarkan bidang profesi dari para calon pekerja, semisal Nursing, Agriculture dan Food Service.

Secara lebih lanjut Noordandy juga melakukan survei langsung kesiapan perangkat di laboratorium komputer Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) UII dengan didampingi Aditya Suci (Ka. Dept. Pemasaran), Suprihatin (Ka. Dept. Akademik) dan Iksan Pamungkas (Ka. Div. Div SIM FBE UII). Saat ini Cilacs UII sedang melakukan persiapan dan pemenuhan requirement perangkat bersama FBE UII untuk pelaksanaan tes tersebut. Harapannya dengan keterlibatan UII menjadi test center ini dapat memudahkan para calon pekerja yang berasal dari wilayah DIY-Jateng untuk menempuh tes JLFW, khususnya dalam rangka mendapatkan ijin tinggal (visa) SSW untuk bekerja di Jepang. (Adt)