ITC Jakarta Jajaki Peluang Kerjasama Pelaksanaan Tes Bahasa Jepang (JLFW) bersama Cilacs UII

Aditya Suci (Ka. Dept. Pemasaran Cilacs UII) saat menerima kunjungan M. Noordandy Z. (Head of Test Administration ITC)

Cilacs UII melakukan pertemuan dengan International Testing Service (ITC) dalam rangka penjajakan peluang kerjasama pelaksanaan tes kompetensi Bahasa Jepang : Japan Language for Foreign Workers (JLFW). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) pada 9 November 2020 ini, M. Noordandy Zulfiansyah selaku Head of Test Administration Division ITC menyampaikan bahwa saat ini tes JLFW baru diselenggarkan di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Seiring dengan banyaknya inquiry untuk pelaksanaan tes di area Yogyakarta maka ITC berencana untuk menjajaki peluang kerjasama bersama Cilacs UII sebagai Certified Test Administration Site (CTAS) untuk tes JLFW di area DIY-Jateng.

Tes JLFW merupakan tes yang ditujukan bagi orang asing yang tidak menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa ibu, dan secara khusus ditujukan bagi orang asing yang akan datang ke Jepang untuk bekerja. Berbeda dengan tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) yang mengukur kemampuan berbahasa Jepang secara umum, tes JLFW ini secara spesifik bertujuan untuk mengukur kemampuan berbahasa Jepang dasar yang diperlukan untuk berkomunikasi dalam situasi kehidupan sehari-hari serta menilai kualifikasi mereka dalam hal “kemampuan percakapan sehari-hari dan kemampuan selama hidup di Jepang tanpa adanya kesulitan”. Secara teknis tes ini akan disajikan dalam format Computer-Based.

Tes JLFW menjadi cukup potensial karena saat ini pemerintah Jepang telah menetapkan kebijakan baru penerimaan pekerja asing untuk bekerja dengan menggunakan ijin tinggal (visa) Pekerja Berketerampilan Spesifik (Specified Skilled Workers/SSW) atau disebut juga Tokutei Ginou. Nantinya pemegang visa SSW dapat bekerja di perusahaan Jepang dengan hak dan kewajiban yang sama dengan pekerja Jepang. Salah satu syarat untuk mendapatkan visa SSW tersebut adalah lulus ujian tes JLFW. Tes ini secara konten merujuk pada kombinasi tes (multi-session test) yang terdiri dari uji kompetensi bahasa Jepang Japanese Foundation Test for Basic Japanese (JFT-Basic) dan Skill Test berdasarkan bidang profesi dari para calon pekerja, semisal Nursing, Agriculture dan Food Service.

Secara lebih lanjut Noordandy juga melakukan survei langsung kesiapan perangkat di laboratorium komputer Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) UII dengan didampingi Aditya Suci (Ka. Dept. Pemasaran), Suprihatin (Ka. Dept. Akademik) dan Iksan Pamungkas (Ka. Div. Div SIM FBE UII). Saat ini Cilacs UII sedang melakukan persiapan dan pemenuhan requirement perangkat bersama FBE UII untuk pelaksanaan tes tersebut. Harapannya dengan keterlibatan UII menjadi test center ini dapat memudahkan para calon pekerja yang berasal dari wilayah DIY-Jateng untuk menempuh tes JLFW, khususnya dalam rangka mendapatkan ijin tinggal (visa) SSW untuk bekerja di Jepang. (Adt)