SD Muhammadiyah Pakem Outdoor Activities Bersama “Fun English Day” Cilacs UII

Membangun semangat belajar bahasa Inggris harus dimulai dimulai sejak usia dini, agar tumbuh motivasi dan kesadaran akan pentingnya alat komunikasi tersebut. Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan awal (entry point) untuk memperkenalkan bahasa Inggris, untuk itu perlu dibangun fondasi yang kokoh sebelum siswa melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Fondasi yang dimaksud dapat berupa pengalaman pelatihan bahasa Inggris singkat yang mengandung muatan urgensi belajar bahasa dengan metode menyenangkan dan rekreatif, sehingga terbangun kegairahan belajar secara rutin, sebagaimana layaknya belajar bahasa. Variasi metode dan kegiatan belajar bahasa yang beragam akan membuat siswa tetap konsentrasi dan termotivasi. Metode belajar bahasa dengan model simulasi, permainan, berpetualang, peran, dan sebagainya merupakan variasi metode belajar yang membangun siswa menjadi aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga terlatih membangun keingintahuan.

Cilacs UII kali ini memperkenalkan program Fun English Day (FED) yang diperuntukkan bagi siswa tingkat dasar. Pembelajaran Bahasa Inggris ini dirancang secara khusus bagi siswa/i Sekolah Dasar kelas 6 dan dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada mereka pengalaman belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan. Ketrampilan yang akan dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah ketrampilan produktif, yang meliputi praktik menulis dan berbicara dan beberapa permainan telah didesain untuk menstimulasi dan mendorong mereka menggunakan Bahasa Inggris secara aktif. Pembelajaran ini terbagi dalam dua (2) sesi yang mencakup topik “Memperkenalkan Diri” dan “Mendeskripsikan Sesuatu” dan setiap sesi akan berlangsung selama 90 menit. Berikut adalah gambaran tentang aktivitas dari kedua sesi tersebut.

Program FED kerjasama dengan SD Muhammadiyah, Pakem, Sleman, Yogyakarta ini dilaksanakan pada Rabu, 7 November 2018 di Desa Wisata, Kelor, Turi, Sleman, Yogyakarta. Acara secara resmi dibuka oleh Direktur Cilacs UII, Fitri Nugraheni, Ph.D. Dalam sambutannya Fitri  menyampaikan manfaat program FED  ini dikemudian hari, berharap program ini dapat memberikan motivasi tersendiri bagai siswa agar belajar lebih semangat.

Diakhir kegiatan materi, FED Cilacs UII ini juga diadakan sesi susur sungai dimana peserta diajak menyusuri sungai dan berintraksi secara langsung dengan alam. (Ank)

STPMD “APMD” Yogyakarta 8 Tahun Konsisten Tingkatkan Lulusan Bersama Cilacs UII

Saat ini Bahasa Inggris sudah dianggap sebagai bahasa universal. Dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam pemerintahan, bisnis dan ekonomi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pun seringkali harus dikejar dengan menguasai bahasa Inggris. Begitu pentingnya penguasaan bahasa Inggris hingga bahasa Inggris  diajarkan sejak dini di berbagai sekolah bahkan menjadi salah satu persyaratan penting dalam pekerjaan.

Sebagai lembaga pendidikan formal yang peduli terhadap kondisi tersebut, Program Pascasarjana (S2) Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD Yogyakarta  berharap lulusannya dapat bersaing untuk menghadapi perkembangan zaman sekarang ini.

Untuk kesekian kalinya, Cilacs UII kembali dipercaya sebagai partner untuk memberikan pembekalan bahasa Inggris serta tes kompetensi bahasa Inggris bagai mahasiswa STPMD ‘APMD” sejak 26-29 Oktober 2018 lalu.

Saat diwawancarai diruang kerjanya, Dinar Darundini selaku marketing staff menyampaikan “sebanyak 56 mahasiswa Pascasarjana (S2) APMD Yogyakarta ini mengikuti Short Course dan tes CEPT. Kegiatan CEPT Short Course. Harapan yang ingin dicapai yaitu memberikan pembekalan dan wawasan tentang tes bahasa Inggris bagi mahasiswa  sehingga dapat menghadapi tes kompetensi bahaasa Inggris yang sesungguhnya, khususnya CEPT.”‘

Hasil dari tes tersebut selain menjadi persyaratan kelulusan, skor tes yang diperoleh  dalam bentuk sertifikat bisa digunakan sebagai bekal mahasiswa untuk berbagai keperluan setelah lulus. (Ank)

Prodi MIAI FIAI UII Gandeng Cilacs UII Uji Bahasa Arab Mahasiswanya dengan SIMLA

Demangan Baru, pada hari Sabtu 22 September 2018 Prodi MIAI FIAI UII mengadakan kegiatan Seminar dan Workshop tes bahasa Arab yang bekerjasama dengan Cilacs UII dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Magister Ilmu Agama Islam (MIAI) FIAI UII. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan seminar sebelumnya yaitu  tes komptetensi bahasa Inggris dan tes CEPT Cilacs UII.

Seminar diawali dengan pengenalan berbagai macam tes bahasa Arab yang ada di Indonesia, materti disampaikan secara jelas oleh Mohammad Rofiqi, S.S., M.Hum yang merupakan salah satu pengajar bahasa Arab di Cilacs UII yang berpengalaman dalam hal tes kompetensi bahasa Arab.  Dalam kesempatan itu pula Rofiqi menyampaikan tips  dalam menghadapi tes bahasa Arab yang akan dihadapi nantinya.

Seminar berlangsung selama 2 jam dan dilanjutkan pada sesi kedua yaitu tes resmi bahasa Arab Syahadah al Ikhtibar li Maharah al-Lughah al-‘Arabiyyah (SIMLA) yang diterbitkan oleh Cilacs UII. SIMLA terdiri dari 3 komponen tes, pertama, Fahm Masmu’ (Listening Comprehension) adalah tes menyimak monolog dan/atau dialog yang terdiri dari  40 soal,  kedua, Asalib wa Tarakib (Structure and Written Expression) adalah tes tata bahasa dalam bahasa Arab yang terdiri dari 20 soal dan yang ketiga adalah Fahm Maqru’ (Reading Comprehension) adalah tes kemampuan membaca teks berbahasa Arab yang terdiri dari 60 soal. Seluruh peserta harus dapat menjawab soal tersebut dalam waktu 120 menit.

Hasil dari tes ini diharapkan menambahi wawasan kepada mahasiswa yang dapat digunakan setelah kelulusan untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja. (Ank)

Pascasarjana UIN Suka Yogyakarta Bekali Mahasiswanya Dengan IELTS

Dalam rangka membekali mahasiswanya untuk  menempuh studi lanjut  ke jenjang berikutnya , Program Pascasarjana  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan pelatihan bahasa Inggris berupa IELTS Preparation yang bekerja samama dengan Cilacs UII, program diikuti oleh sebanyak sekitar 59 orang yang terbagi  ada 4 kelas. Secara keseluruhan pelaksanaan program ini sudah menjadi tanggung jawab pihak pengelola PPs UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

IELTS Preparation yang diselanggarakan ini mempelajari bagaimana menjaawab setiap soal dalam IELTS Test, dalam pelatihan tersebut juga diberikan tips dan trik dalam menghadapi soal IELTS yang sesungguhnya nantinya. Program berlangsung interaktif dimulai sejak 14 Agustus 2018 dan dilakukan final test pada 24-25 September 2018.

Ketua Program Magister UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Ro’fah, S.Ag., BSW., MA., Ph.D yang di dampingi Dr. Roma Ulin Nuha, M.Hum. (Sekretaris Program Magister) dan Dr. Eva Latipah, M.Si. (Sekretaris Program Doktor) mengingatkan kepada para peserta saat membuka kegiatan ini  beberapa waktu lalu “Bahwa program ini merupakan investasi besar bagi setiap peserta dimasa yang akan datang, manfaatkan program ini sebaik mungkin dan semoga dapat membawa hasil positif”.

Seperti diketahui bersama bahwa, IELTS adalah tes Bahasa Inggris yang paling popular di dunia, diterima sebagai syarat belajar, bekerja dan pindah negara. Test ini mengukur kecakapan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang meliputi keempat keterampilan berbahasa antara lain mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. IELTS tersedia dalam dua jenis yaitu akademik dan non akademik. Keduanya dikenal dengan sebutan Academic dan General Training. Jenis tes dan skor yang perlukan bergantung pada persyaratan dari institusi yang dituju nantinya.

IELTS Academic mengukur kecakapan berbahasa Inggris untuk lingkungan pendidikan tinggi akademis,  seseorang dapat memilih IELTS Academic bila ingin belajar atau mengikuti pelatihan di sebuah universitas atau sekolah tinggi pada tingkat sarjana atau pasca sarjana, atau bisa diguanakan juga untuk mendaftar ke organisasi profesional ( kesehatan, keperawatan, akuntansi, teknik).

Sedangkan IELTS General training mengukur kecakapan berbahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, biasanya digunakan bagi mereka yang akan belajar atau kursus di sekolah lanjutan atau mengikuti program pelatihan tertentu. Jenis ini juga sering digunakan sebagai persyaratan visa bila seseorang berencana untuk pindah ke negara berbahasa Inggris misalkan Australia, Kanada dan Inggris. (Ank)

English for Job and Scholarship Hunting di CDC Fisipol UGM

Career Development Center (CDC) Fisipol UGM selaku lembaga pengembangan mahasiswa yang mewadahi informasi pelayanan karir dan beasiswa bagi alumni mahasiswa Fisipol UGM mempercayakan Center for International Language and Cultural Studies (Cilacs) Universitas Islam Indonesia untuk menyelenggarakan kursus bahasa Asing Asia dan Eropa bagi mahasiswa S1 & S2 Fisipol UGM.

Kerjasama di tahun ke empat ini diselenggarakan kelas Bahasa Korea level dasar dan kelas bahasa inggris. Sebelumnya telah diselenggarakan kelas bahasa Mandarin, Perancis dan Jerman. Di kelas Bahasa Inggris pada periode ini CDC UGM membekali mahasiswanya dengan kelas “English for Job and scholarship Hunting”, dimana materi lebih difokuskan pada pelatihan bahasa yang sering digunakan dalam proses wawancara kerja ataupun beasiswa. Sedangkan kelas bahasa Korea hanya merupakan program tambahan  yang bersifat soft skill bagi mahasiswa Fisipol UGM.

Kedua program yang dijalankan ini dilaksanakan mulai tanggal 20 September 2018 Di Gedung Kampus Fisipol UGM Ruang BA 204 yang diikuti oleh 20 peserta, diharapkan dimasa yang akan datang pelatihan ini dapat memberikan manfaat lebih setelah mereka lulus nantinya. (Ank/Iyn)

Pimpinan dan Staff Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) Asah kemampuan Bahasa Inggris di Cilacs UII

Sebagai upaya peningkatan kualitas karyawan dalam komptenesi bahasa Inggris, serta peningkatan pelayanan di Geomaritime Science Park  (PGSP) mengadakan pelatihan bahasa Inggris dengan materi khusus yaitu English for Museum Staff. Kegiatan dilaksanakan di kantor PGSP atau yang sering disebut Museum Gumuk Pasir yang beralamat di Depok Parangtritis, Kretek Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini sering kali mendapat kunjungan dari warga negara asing selain juga pengunjung domestik yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

 

Dalam kegiatan pelatihan ini, PGSP selaku institusi pemerintah yang difasilitasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama secara dengan Cilacs Universitas Islam Indonesia dengan taeget utama dalah percakapan (Conversation) yang bisa diaplikasikan secara langsung ketika bertemu dengan tamu asing dari negara lain.

Kelas berlangsung selama 15 hari selama bulan september 2018 ini dan diikuti oleh 12 orang peserta dengan jadwal dua kali dalam seminggu. Menurut koordinator  kegiatan dari PGSP Fajrun Wahidil Muharram menyampaikan “program ini merupakan pengalaman pertama bagi PGSP, namun demikian program yang dijalankan kali ini sangat menarik dan semoga memberikan semangat agar peserta terus mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya kelak”. (Ank/Iyn)

Program BIPA Cilacs Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Budaya Lokal

Kemahiran berbahasa Indonesia yang baik menjadi penting dikuasai bagi mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Indonesia, tidak hanya dibutuhkan dalam aktivitas akademis namun dapat membuka peluang dalam menggali dan mengenal khasanah Indonesia secara lebih luas, baik kehidupan sosial maupun budaya. “Telah menjadi harapan bersama agar mahasiswa asing dapat turut menjadi agen dalam mempromosikan Indonesia di ranah internasional, pengalaman sosial dan budaya yang di dapat selama di Indonesia tentunya menjadi oleh-oleh yang menarik untuk dibagikan saat mereka kembali ke negaranya masing-masing,” ujar Fitri Nugraheni, Ph.D., Kepala Cilacs Universitas Islam Indonesia yang baru saja dilantik dalam kepemimpinan periode tahun 2018 -2022. Sejalan dengan hal tersebut, Cilacs sebagai penyelenggara program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) menawarkan skema pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yang dipadu dengan sesi pengenalan budaya lokal.

Sesi budaya selain menjadi value added juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih dekat dan mengenal budaya lokal bahkan setelah berakhirnya program BIPA. Seperti yang baru saja dialami 4 mahasiswa asal Australia antara lain Anna Ren’an Ding (University of New South wales), Anjaly Tessa Saji (Macquarie University), Jiyao Joanna Ge (University of Sydney), Hwei-See Kay (university of technology Sydney), mereka baru saja menyelesaikan program BIPA di Cilacs dalam persiapan menempuh Program Indonesian Business, Law and Society (IBLS) di Universitas Islam Indonesia. Sepanjang proses kuliah sebanyak 3 SKS mereka mendapat kesempatan untuk belajar membatik di Museum Batik Yogyakarta serta belajar menari jawa. Tidak hanya itu, tiga dari empat mahasiswa ini berkesempatan untuk melakukan perform  dalam pembukaan salah satu kegiatan studium generale yang dilaksanakan Cilacs pada 15 September 2018 di Kampus UII Demangan.

Menurut Fitri, setiap mahasiswa yang mengambil BIPA di Cilacs akan diberikan kesempatan untuk memilih jenis sesi pengenalan budaya antara lain menari jawa, memasak masakan lokal, membatik, jemparingan, belajar gamelan dan belajar pembuatan keris. “Cilacs juga telah menandatangani MoA kerjasama bersama Career Development Center UNPAR (Universitas Parahyangan)  di Bandung untuk program serupa yang memungkinkan mahasiswa untuk mengenal budaya tidak hanya dari Jawa namun juga Sunda, dengan mengkolaborasi dua lokasi pembelajaran, Jogja dan Bandung, ini adalah salah satu pengembangan yang Cilacs telah lakukan untuk program BIPA di UII, tambahnya. (adt)

Kuliah Perdana Progressive 27 dan Wisuda Angkatan Progressive 25 Cilacs UII

Demangan. Kuliah umum adalah proses yang wajib dilaksanakan sebelum memasuki masa perkuliahan mahasiswa baru, dalam kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa baru dapat saling mengenal satu sama lain. Progressive Cilacs UII yang merupakan program bahasa Inggris intensif  setahun  pada Sabtu 15 September 2018 kali ini mengadakan Studium Generale (kuliah perdana) bagi mahasiswa baru angkatan 27. Kegiatan dilaksanakan sejak pagi dan dilaksanakan di Cilacs UII Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta menggunakan ruang Auditorium Cilacs UII lantai 3.

Kegiatan dihadiri oleh kurang lebih 50 orang merupakan mahasiswa baru Progressive angkatan 27 serta siswa kelas reguler Cilacs UII periode Juli 2018, khusus untuk mahasiswa Progressive yang terdaftar adalah mereka yang memenuhi persyaratan akademik maupun administrasi Cilacs UII. Sebelum mereka diterima calon mahasiwa diharuskan mengikuti serangkaian tes yang dimaksudkan untuk menjaring mahasiswa yang memiliki kemampuan dengan level tertentu dan dapat mengikuti proses KBM selama satu tahun yang akan datang.

Kuliah perdana ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cilacs UII, Fitri Nugraheni, Ph.D yang diwakili oleh Head of Marketing Cilacs UII yaitu Aditya Suci, S.Pt. Dalam sambutannya disampaikan ucapan selamat datang dan ungkapan rasa bangga dari pihak Cilacs UII karena telah menjadi mahasiswa Progressive angkatan 27 tahun 2018 ini,  dalam prosesnya nanti diharapkan dapat berjalan dengan baik hingga mencapai wisuda dan dapat memberi manfaat positif bagi semua pihak.

Sementara itu, dalam sesi kuliah umum, Cilacs UII menghadirkan salah satu dosen senior PTS di Yogyakarta yang sekaligus interprener dan motivator  yaitu Rosyidah Jayanti Vijaya, SE., M.Hum. Dalam kuliahnya Ms Rosyidah memberikan banyak sekali tips bagaimana cara mudah mempelajari dan memahami bahasa Inggris dengan mudah, salah satunya adalah yang dilakukan sekarang ini, berkumpul dalam satu komunitas yang memiliki tujuan sama. Hal tersebut dapat meningkatkan motivasi untuk terus belajar yang nantinya akan berimbas pada peningkatan skill setiap mahasiswa.

Dalam pelaksanaan kuliah umum ini juga dilakukan prosesi wisuda Progressive angkatan 25 sebanyak 10 orang mahasiswa. Dalam keempatan ini pula Cilacs UII menyuguhkan pentas tari Nawung Sekar yang diperagakan oleh mahasiswi BIPA Cilacs UII. (Ank)

Prodi MIAI FIAI UII Uji Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswanya

Dalam rangka peningkatan kemampuan mahasisiwa Magister Ilmu Agama Islam (MIAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia sekaligus mencetak lulusan terbaik yang sesuai dengan tuntutan pasar global saat ini,  Cilacs UII dipercaya sebagai partner dalam kegiatan Workshop dan Seminar Tes Kompetensi Bahasa Inggris yang dirangkai dengan tes Certificate of English Proficiency Test (CEPT).

 Kegiatan berlangsung pada Sabtu tanggal 8 September 2018 di ruang Auditorium PPs FIAI UII kampus UII Unit Demangan Jl. Demangan bAru 24 Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung  sejak pukul 08.30 wib-15.00 wib dan diikuti oleh sebanyak 30 orang mahasiswa MIAI FIAI UII. Program ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa karena menjadi persyaratan kelulusan, bahkan sertifikat/score report yang diperoleh nanti tentu bisa bermanfaat sebagai portofolio ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi MIAI FIAI UII Dr. Junanah, MIS. Dalam sambutannya beliau berpesan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan banyak memeberi manfaat bagi semua pihak.

Seminar dan Workshop kali ini, Cilacs UII menghadirkan pembicara sekaligus pengajar senior Cilacs yaitu Ferry Desnita yang kerap dipanggil Miss Ita. Materi seminar dan hasil tes yang diperoleh tersebut diharapkan memberi wawasan tambahan kepada mahasiswa. Terutama tentang berbagai jenis tes bahasa Inggris yang ada di Indonesia, sedangkan hasil (sertifikat/score) yang diperoleh nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai portofolio yang dapat digunakan ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja. (Ank)

BIPA dan Kultur Jawa Islam Diminati Mahasiswa Asing

Negara Indonesia adalah negara kultural, ditempati oleh masyarakat (rakyat) yang juga  memiliki bermacam kebudayaan dan agama yang berbeda. Kita patut bersyukur, walaupun Indonesia dihuni oleh masyarakat yang demikian namun bisa tetap utuh sebagai sebuah negara. Hal ini pula yang menjadikan warga asing tertarik dengan Indonesia baik bahasa, budaya serta kulturnya yang begitu kuat.

Pengembangan bahasa Indonesia di Cilacs UII sudah dimulai sejak lama, kali ini Cilacs mendesain program bahasa Indonesia yang dipadukan dengan kultur Jawa dan Islam. Head of Research and Development Program Cilacs UII, F. Aldhika Deinza Saputra, S.Pd., M.M, saat diwancarai diruang kerjanya pada Senin 10 September 2018  menjelaskan bahwa siswa yang belajar bahasa Indonesia akan diajak secara langsung menggali kebudayaan lokal yang ada. Khusus di Yogyakarta, siswa akan diajak berinteraksi secara langsung dengan masyarakat desa tertentu. Sedangkan dalam pembejaran budaya Islam siswa BIPA nantinya akan diajak mengunjungi beberapa masjid bersejarah dan pondok pesantren yang ada di Yogyakarta.

Agar lebih dikenal di pasar luas,  Cilacs UII  tidak hanya mengenalkan program ini di wilayah Yogyakarta namun juga ke luar wilayah Yogyakarta. Seperti yang dilakukan pada bulan Agustus lalu, Direktur Cilacs UII Fitri Nugraheni, Ph.D mengirimkan delegasinya untuk  mengunjungi  Unikom (Universitas Komputer Indonesia). Aldhika Deinza Saputra, S.Pd., M.M  yang bertugas saat itu menjelaskan pertemuan pada hari Senin, 20 Agustus 2018 bahwa kehadiran Cilacs UII disambut baik oleh Dr. Inta Budi Setya Nusa,S.E., M.Ak. selaku Direktur Internasional Program dan Beasiswa Unggulan Unikom, Bandung.  Lebih lanjut Deinza menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya yaitu pada bulan Maret 2018 lalu, pertemuan berlangsung santai di Kantor International Office Affair Unikom, kedua belah pihak  mendiskuasikan tentang perkembangan BIPA di lembaga masing-masing. Sesuai tujuan utamanya, Cilacs memperkenalkan desain baru BIPA yang dikombinasikan dengan materi kultur Jawa dan Islam bagi mahasiswa asing.

Dalam perbincangan tersebut pihak Unikom Bandung menyambut positif dan menyampaikan bahwa kemungkinan sangat diminati oleh mahasiswa asing yang belajar di Unikom. Pada akhir pertemuan kedua belah pihak berharap dapat terjalin kerjasama dimasa yang akan datang. (Ank)