Bahasa Indonesia Go Internasional, Cilacs–Pusdaya Perkuat Sinergi BIPA

Cilacs UII menerima kunjungan dari Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra (Pusdaya), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, pada Rabu (3/9) di Kantor Pusat Cilacs, Yogyakarta. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penjajakan kerja sama strategis pengembangan media ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Hadir dari Pusdaya, antara lain Dony Setiawan (Kabid Kemitraan dan Diplomasi Bahasa), Murwati Widiastuti (Staf Tata Usaha), Nida Fauziah (Koordinator Penyusunan Bahan Fasilitasi Pembelajaran BIPA), dan Edi Sarwa Susila (Pejabat Keuangan). Sementara itu, dari pihak Cilacs turut hadir Rr. Ratna Roostika, SE., MAC., Ph.D. (Kepala Cilacs), Suprihatin (Kadep Akademik), Aditya Suci (Kadep Pemasaran), Aisyiyah (Kadep Keuangan), Saras Bayu Jatmiko (Koordinator BIPA Cilacs UII), serta Dinar Darundini (Staf Pemasaran).

Rombongan Pusdaya berfoto bersama manajemen Cilacs UII

Kegiatan ini semakin bermakna setelah Bahasa Indonesia resmi diakui UNESCO sebagai salah satu bahasa internasional pada 2023. Kepala Cilacs UII, Rr. Ratna Roostika, SE., MAC., Ph.D., menyampaikan bahwa Cilacs siap bermitra mendukung visi menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia.

Dony Setiawan dari Pusdaya sedang memaparkan programnya

Dari pihak Pusdaya, Dony Setiawan (Kabid Kemitraan dan Diplomasi Bahasa) menegaskan pentingnya kolaborasi dalam uji coba buku ajar BIPA yang meliputi tingkat dasar hingga menengah. Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama sebagai simbol awal sinergi kedua lembaga. (Ank)

Mahasiswa Asing Mulai Petualangan Bahasa Indonesia di Cilacs UII

Yogyakarta, 27 Agustus 2025 – Center for International Language and Cultural Studies (Cilacs) Universitas Islam Indonesia (UII) resmi membuka program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk semester ini. Sebanyak 30 mahasiswa asing dari negara Sudan, Pakistan, Afganisthan, Mali, Yemen, Marocco, Nigeria Kazakhstan, Kenya, Madagascar, Turki, Syiria, Bangladesh mengikuti kegiatan ini.

Seremonial pembukaan berlangsung di Ruang Audiovisual Perpustakaan UII Lantai 2, Kampus UII Jalan Kaliurang Km 14.5, pada Rabu (27/8). Acara tatap muka ini digelar mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB dengan rangkaian kegiatan resmi pembukaan oleh Cilacs UII. Dalam kesempatan ini, Kepala Cilacs UII, Rr. Ratna Roostika, SE., MAC., Ph.D., diwakili oleh Suprihatin, S.Pd. (Kepala Departemen Akademik) yang didampingi oleh Aditya Suci, S.Pt (Kepala Departemen Pemasaran Cilacs UII).

Untuk memeriahkan suasana sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia, acara juga menampilkan tarian tradisional teri  Sekar Pudyastuti. Setelah itu, mahasiswa mengikuti kuliah umum bersama Mr. Fahrurazi (pengajar BIPA Cilacs UII) dengan tema “How to be an Indonesia Student”.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab seputar kelas BIPA dan budaya Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa asing diharapkan tidak hanya mampu mempelajari bahasa Indonesia, tetapi juga memahami nilai budaya lokal sebagai bekal berinteraksi di lingkungan akademik maupun masyarakat. (Ank)

 

Menuju Lulusan Berdaya Saing: Poltek LPP Yogyakarta Selenggarakan Tes CEPT™

Politeknik LPP Yogyakarta menyelenggarakan tes CEPT — Certificate of English Proficiency  Test (CEPT™) bagi 280 mahasiswa pada Jumat–Sabtu, 15–16 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu syarat kelulusan sekaligus sarana untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris mahasiswa.

Pelaksanaan tes berlangsung secara daring selama dua hari, dengan pembagian jadwal dalam dua sesi, pagi dan siang. Para peserta mengikuti ujian berbasis online ini mencakup tiga keterampilan utama, yaitu Listening, Structure, dan Reading.

Suasana tes Online CEPT(TM) Poltek LPP Yogyakarta

 

CEPT™ merupakan tes kompetensi bahasa Inggris yang diterbitkan secara resmi oleh Cilacs UII Yogyakarta dan telah diakui sebagai instrumen valid dalam pemetaan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Dengan terselenggaranya tes ini, diharapkan mahasiswa Poltek LPP Yogyakarta mampu mengetahui level kompetensi bahasa Inggris mereka dan menjadikannya bekal untuk pengembangan akademik maupun profesional di masa depan. (Ank)

 

Short Course SIMLA & CEPT™, Bekal Kelulusan Mahasiswa Magister FIAI UII

Sebanyak 27 mahasiswa Magister MIAI FIAI UII dari berbagai program studi, antara lain Ekonomi Islam, Hukum Islam, serta Pendidikan Islam, mengikuti Short Course Tes Bahasa Arab dan Bahasa Inggris pada Selasa–Jumat, 12–15 Agustus 2025. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan menjadi salah satu syarat kelulusan program magister.

Pelaksanaan berlangsung selama empat hari dengan dua fokus utama. Pada Selasa–Rabu, 12–13 Agustus 2025, mahasiswa mendapatkan pengenalan tes kompetensi bahasa Arab, seperti TOAFL, yang difokuskan pada persiapan menghadapi tes SIMLA (Syahadah al-Ikhtibar li Maharah al-Lughah al-‘Arabiyyah). Tes SIMLA menguji tiga keterampilan utama, yaitu Fahm Masmu’ (Menyimak), Asalib wa Tarakib (Tata Bahasa), serta Fahm Maqru’ (Pemahaman Bacaan). SIMLA sendiri merupakan tes kompetensi bahasa Arab yang diterbitkan resmi oleh Cilacs UII.

Mr Fahrur sedang memberiakn materinya

 

Berlanjut pada Kamis–Jumat, 14–15 Agustus 2025, peserta mengikuti Short Course pengenalan tes kompetensi bahasa Inggris, antara lain TOEFL, IELTS, TOEIC, serta CEPT™. Materi pelatihan difokuskan pada persiapan menghadapi tes Certificate of English Proficiency Test (CEPT™), yang menguji keterampilan Listening, Structure, dan Reading. CEPT™ juga merupakan tes resmi keluaran Cilacs UII Yogyakarta dan telah diakui sebagai instrumen standar pemetaan kemampuan bahasa Inggris.

Melalui program Short Course ini, diharapkan mahasiswa Magister MIAI FIAI UII tidak hanya mampu meningkatkan kompetensi bahasa asing, tetapi juga siap menghadapi tuntutan akademik dan profesional di tingkat global. (Ank)

 

500 Mahasiswa STPN Yogyakarta Adu Kemampuan Bahasa Inggris lewat Tes CEPT™

Yogyakarta, 14 Agustus 2025 – Sebanyak kurang lebih 500 mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta mengikuti Tes CEPT™ (Certificate of English Proficiency Test) untuk menguji kemampuan bahasa Inggris mereka.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini terbagi dalam dua sesi atau batch, yakni pagi dan siang. Tes dilakukan secara Paper-Based Test (PBT) dengan mengukur tiga keterampilan utama bahasa Inggris, yaitu Listening, Structure, dan Reading.

Suasana tes CEPT(TM) di STPN Yogyakarta

Tes CEPT™ menjadi salah satu instrumen yang diandalkan untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa secara objektif. Melalui tes ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui tingkat kemampuan mereka serta menjadikannya bahan evaluasi untuk pengembangan keterampilan bahasa di masa mendatang.

Pelaksanaan tes berjalan lancar di Gedung STPN Yogyakarta, dengan pengawasan ketat demi memastikan proses ujian yang tertib dan sesuai prosedur. (Ank)

GL Pro 2025: Asah Leadership, Critical Thinking, dan Komunikasi

Fakultas Hukum Program Internasional (IP FH) UII menggelar Global Leadership Program (GL Pro 2025) pada 8–9 Agustus 2025, melibatkan 47 mahasiswa internasional program angkatan 2022–2024. Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan leadership, critical thinking, dan communication skills melalui pelatihan English for Academic Presentations (EAP) bersama Cilacs UII.

Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, S.Psi., M.A., selaku narasumber sedang memberikan materinya.

Hari pertama kegiatan dilaksanakan di salah satu hotel di Jalan Kaliurang, dibuka resmi oleh Dr. Aroma Elmina Martha, S.H., M.H., Sekretaris Program Studi Hukum Program Internasional. Beliau menyampaikan pentingnya mengasah soft skills sebagai bekal masa depan. Sedangkan sesi materi disampaikan oleh Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, S.Psi., M.A. dengan topik “Strong Minds, Strong Leaders: Navigating Pressure in a Globalized World”.

Para peserta foto bersama sebelum kegiatan outdoor

Hari kedua berlangsung di Ledok Sambi dengan konsep outbound, mendorong peserta mempraktikkan kepemimpinan, kerja sama tim, dan komunikasi dalam suasana alam terbuka. Kegiatan ini juga ditinjau langsung oleh Bapak Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. (Ketua Program Studi Hukum Program Sarjana FH UII) . (Ank)

salah satu permainan tentang kerjasama team yaitu The Da Vinci Bridge sedang dilakukan oleh para peserta

264 Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISB UII Ikuti Tes CEPT

Yogyakarta – Sebanyak 264 mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia Fakultas Ilmu Sosial Budaya (UII) mengikuti Tes Bahasa Inggris CEPT yang menjadi syarat kelulusan mata kuliah Bahasa Inggris yang sudah mereka laksankan selama 1 semester. Sebelumnya dialksanakan kuliah pakar oleh Miss Amalia, salah satu pengajar Cilacs UII mengangkat topik tentang CEPT ini.

Suasana tes CEPT FISB Ilkom UII

 

Selain sebagai syarat kelulusan mata kuliah Bahasa Inggris dan juga bisa digunakan sebagai syarat pendadaran selama masih berlaku. Tes CEPT Ilko mini ini dilaksanakan pada hari  Sabtu, 2 Agustus 2025 di Gedung FISB UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta.

Secara teknis pelaksanaan tes yang dibagi menjadi tiga sesi—pukul 08.00, 11.00, dan 13.00 WIB—pelaksanaan berjalan lancar dan diikuti oleh mahasiswa semester 6 angkatan 2022. Dengan adanya sertifikat kompetensi CEPT ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mereka menghadapi persyaratan akademik berikutnya serta menunjang kompetensi berbahasa Inggris di dunia profesional. (Ank)

Sosialisasi CEPT Cilacs UII: Upaya Strategis LEM UII Persiapkan Mahasiswa Hadapi Tes

Yogyakarta, 18 Juli 2025 — Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan CILACS UII menggelar kegiatan Sosialisasi CEPT (Certificate of English Proficiency Test) yang bertempat di Gedung Kuliah Umum Dr. Sardjito UII, Lantai 1, pada Jumat, 18 Juli 2025.

Kegiatan ini dihadirkan sebagai respons atas masih banyaknya mahasiswa UII yang mengalami kesulitan dalam memenuhi standar minimal skor CEPT sebagai salah satu syarat kelulusan. Kurangnya persiapan serta pemahaman terhadap strategi pengerjaan tes menjadi tantangan utama yang dihadapi mahasiswa.

Mr Yusuf sedang menjelaskan struktur tes CEPT

Melalui sosialisasi ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai berbagai strategi persiapan menghadapi CEPT, mulai dari latihan soal, pemahaman konsep, hingga teknik menjawab yang efektif. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi CEPT sebagai bagian penting dari perjalanan akademik mereka.

Lebih jauh, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi panduan komprehensif bagi mahasiswa untuk meraih hasil optimal dalam tes, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persiapan sejak dini. Peserta diajak untuk mengenali kekuatan dan kelemahan mereka dalam berbahasa Inggris, sehingga dapat mengalami peningkatan skor CEPT yang signifikan.

Mr Fahrur memberi motivasi & teknis menerejakan soal-soal CEPT

Melalui kolaborasi antara LEM UII dan CILACS UII ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya berhasil mencapai skor CEPT yang dipersyaratkan, namun juga memiliki kesiapan berbahasa Inggris yang mumpuni sebagai bekal akademik dan profesional di masa depan. (Ank/Dnr)

 

Mahasiswa BIPA Cilacs UII Jelajahi Kearifan Lokal di Desa Wisata Bugisan

Klaten, Rabu, 16 Juli 2025 — Mahasiswa asing peserta program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dari Cilacs Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti kegiatan kunjungan budaya ke Candi Plaosan dan Desa Wisata Bugisan, Prambanan, Klaten.

Peserta kegiatan ini merupakan mahasiswa penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan beberapa adalah penerima beasiswa Future Global Leaders Scholarships (FGLS) dari Universitas Islam Indonesia. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Palestina, Suriah, Pakistan, Nigeria, dan Thailand.

Siswa BIPA Cilacs UII sedang mengunjungi Candi Plaosan

Kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah dalam program BIPA yang dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal Jawa dan Indonesia secara umum. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman kebahasaan, tetapi juga menanamkan pemahaman akan nilai-nilai sejarah, kehidupan sosial, dan kearifan lokal masyarakat Jawa.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa diajak menyusuri situs bersejarah Candi Plaosan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bersepeda menuju Desa Wisata Bugisan. Di sana, mereka diperkenalkan pada berbagai aspek budaya lokal, seperti mengenal pohon bambu dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

Siswa BIPA Cilacs UII sedang menikmati suasana rumah tradisonal Jawa

Peserta juga terlibat langsung dalam proses pembuatan emping mlinjo, mulai dari menumbuk hingga memanggang, yang memberikan pengalaman praktis sekaligus menarik. Kegiatan dilanjutkan dengan bersepeda di tengah persawahan dan kebun tradisional, hingga akhirnya mengunjungi “Rumahe Simbah”, sebuah destinasi budaya yang mempertahankan suasana rumah tradisional Jawa lengkap dengan peralatan rumah tangga zaman dahulu.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, namun juga membentuk kedekatan emosional para mahasiswa asing terhadap budaya Indonesia. Dengan pendekatan langsung ke masyarakat dan pengalaman autentik, para peserta diharapkan dapat membawa cerita positif dan memperkuat jejaring antarbangsa berbasis pemahaman budaya. (Ank)

BIPA Cultural Activity : Experience Jejak Budaya Indonesia dalam Program BIPA Cilacs UII

Yogyakarta, 14 Juli 2025 – Empat mahasiswa asal Kazakhstan yang mengikuti program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) ICT (International Credit Transfer) yang menjadi bagian dari program lanjutan MoU antara Universitas Islam Indonesia (UII) dan Nur-Mubarak University Kazakhstan yang telah disepakati sejak tahun 2021.

Kegiatan Membatik ini di Cilacs UII hari ini mengikuti kegiatan pembelajaran budaya Cultural Activity – membatik bertema yang berlangsung di salah satu tempat belajar Batik di  Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Siswa BIPA Cilacs UII sedang dikenalkan proses pembuatan batik

Program ini merupakan bagian dari pembelajaran BIPA yang bertujuan mengenalkan budaya Indonesia secara langsung, khususnya kepada mahasiswa asing. Para peserta diajak menyaksikan dan mencoba langsung proses membatik, mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga mewarnai kain batik, menggunakan alat-alat tradisional yang disediakan oleh pihak penyelenggara.

Selain pengajaran bahasa, pengenalan budaya menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama internasional ini.

“Lewat pengalaman membatik ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga dapat merasakan secara langsung kekayaan budaya bangsa, yang dalam hal ini adalah batik – warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO,” ujar tim pengajar BIPA Cilacs UII.

Siswa BIPA Cilacs UII sedang belajar membuat batik

Lebih jauh, melalui kegiatan seperti ini, batik sebagai identitas budaya Indonesia juga turut dikenalkan ke dunia internasional lewat para peserta program BIPA yang datang dari berbagai negara. (Ank)