Menarasikan Perdamain Untuk Indonesia : CILACS UII-CRCS UGM Putar Film Beta Mau Jumpa

Lizda Iswari, S.T., M.Sc (Kepala CILACS UII) dan Marthen Tahun (narasumber dari CRCS UGM) berfoto bersama dengan seluruh peserta
Indonesia adalah negara yang kaya dan memiliki keberagaman budaya, suku, etnik, adat, agama, dan bahasa. Demikian pula dengan agama yang ada di Indonesia ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha dimana semua hidup berdampingan di negara yang sangat luas ini. Kondisi inilah yang menjadi perhatian semua pihak supaya kerentanan terhadap isu-isu yang berbau SARA dapat dieliminir sekecil mungkin, kita perlu belajar banyak terhadap situasi dan tersebut dari sejarah berbagai peristiwa yang terjadi negara tercinta kita ini.
Sabtu, 7 Maret 2020, CILACS UII mengajak masyarakat umum untuk menonton bareng film dokumenter yang berjudul “Beta Mau Jumpa”, film yang mengisahkan tentang gambaran toleransi dan kerukunan beragama ditengah konflik Ambon yang terjadi pada tahun 1999. Acara ini diinisiasi oleh Center for International Language and Cultural Studies (CILACS) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang bekerjasama dengan Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Milad ke 17 CILACS UII yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2020 mendatang. Bertempat di Cilacs UII Unit Demangan Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta kegiatan yang dihadiri dari berbagai kalangan ini berlangsung penuh antusias.
Dalam sambutannya, Lizda Iswari, S.T., M.Sc (Kepala CILACS UII) menyampaikan bahwa Cilacs UII sebagai pusat bahasa dan kajian budaya memiliki kewajiban dalam pengembangan budaya baik lokal maupun internasional. Dalam kaitannya dengan budaya lokal, melalui pemutaran film seperti ini, diharapkan dapat memberikan pelajaran bagi kita semua bagaimana toleransi dan kerukunan beragama dapat terjaga dengan baik.

Marthen Tahun (CRCS UGM) yang dimoderatori oleh Fahrurrazi (Cilacs UII) selaku narasumber sedang menjelaskan beberapa pertanyaan saat diskusi berlangsung

Antusiasme peserta nonton bareng film Beta Mau Jumpa saat sesi diskusi
Film dokumenter “Beta Mau Jumpa” menceritakan perjuangan para perempuan saat itu ketika terjadinya konflik, mereka menunjukkan adanya rasa saling percaya yang telah lama terbangun di antara warga, kebersamaan yang timbul selama hidup berdampingan walaupun berbeda kepercayaan menjadi dasar untuk menciptakan apa yang disebut sebagai memori perdamaian, budaya toleransi dan kerukunan inilah yang dikedepankan sehingga menjadi bekal bagi upaya rekonsiliasi pasca berakhirnya konflik. Pemutaran film berdurasi 35 menit tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka mengangkat judul “Menarasikan Perdamaian Untuk Indonesia” yang menghadirkan narasumber Marthen Tahun (CRCS UGM) dimana beliau yang dipercaya sebagai koordinator riset film Beta Mau Jumpa. Marthen menceritakan pengalamannya saat melakukan penelitian disana, banyak pelajaran penting yang bisa didapat dari tragedi yang terjadi saat itu. Pada sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Fahrurrazi (Cilacs UII) berlangsung interaktif serta menghasilkan berbagai pandangan tentang pentingnya toleransi dan kerukunan beragama di era milenial sekarang ini. (Ank).

Lizda Iswari, S.T., M.Sc (Kepala CILACS UII) menyerahkan cindera mata kepada narasumber yaitu Marthen Tahun (CRCS UGM)

Lizda Iswari, S.T., M.Sc (Kepala CILACS UII) dan Marthen Tahun (narasumber dari CRCS UGM) berfoto bersama








