Komponen Kegiatan Program Access
Di setiap kota dimana program ini dilaksanakan, Program Access menyelenggarakan kegiatan
pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris serta mempertajam
kecakapan dan keunggulan lainnya, sehingga peserta program yang merupakan siswa Sekolah
Menengah/Mahasiswa dengan latar belakang kurang mampu secara sosial-ekonomi memiliki
kemampuan lebih untuk dapat berperan sebagai pemimpin dunia di lingkungan dan komunitasnya.
Program Access memiliki komponen sebagai berikut:
• After-School Sessions
• Enhancement Activities
• Intensive Sessions
After-School Sessions: sesi belajar Bahasa Inggris setleah jam sekolah (dilakukan di hari Senin-Jumat).
Sesi ini memiliki durasi total paling sedikit 423 jam selama periode 2 (dua) tahun penuh, yang dibagi
ke dalam sesi-sesi yang berlangsung selama masing-masing 1.5 jam dan dilakukan sebanyak 3 (tiga)
kali seminggu.
Sebagai tambahan, Program Access juga memiliki komponen yang disebut Enhancement Activities
(Kegiatan Penunjang), yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai topik
tertentu dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat empat area topik utama dalam
Enhancement Activities ini, yaitu: Kebudayaan dan Nilai-Nilai Amerika Serikat, Pengembangan Pribadi,
Pengabdian Masyarakat, dan Kemahiran Teknologi/Komputer. Kegiatan-kegiatan yang termasuk
dalam komponen ini dapat meliputi kegiatan kelas di akhir pekan, field trips, study tours, kegiatan
pengabdian masyarakat, kampanye lingkungan, dll.
Komponen yang ketiga adalah yang disebut dengan Intensive Sessions (Sesi Intensif), yang
dilaksanakan dalam bentuk Perkemahan Bahasa Inggris (English Camp) dan berlangsung selama
empat hari. Dalam Intensive Sessions, peserta memiliki kesempatan untuk dapat melatih kemahiran
berbahasa Inggris mereka dalam lingkungan di luar suasana kelas, dimana peserta juga
berkesempatan untuk mengembangkan kecakapan lain seperti membangun kerjasama tim,
memecahkan masalah, dan membangun rasa percaya diri. Intensive Sessions ini tidak hanya
bermanfaat untuk membawa kegiatan belajar-mengajar ke luar kelas, namun juga untuk memberikan
peserta kesempatan untuk mengidentifikasi dan terlibat langsung ke dalam kesempatan-kesempatan
pembelajaran yang relevan dan berguna.


