Cilacs UII Layani Tes CEPT Bagi Penyandang Disabilitas

Penyandang disabilitas hingga sekarang ini kadang masih mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang sehingga hak-haknya belum secara maksimal terpenuhi. Dalam pelayanan bagi masyarakat umum seperti halnya Cilacs UII, khususnya kompetensi tes bahasa Inggris kadang menjadi persoalan tersendiri karena tes kompetensi bahasa asing umumnya menguji kemampuan Listening Skill, Structure dan Reading.

Khusus disabilitas tuna rungu, tes CEPT dilaksanakan di ruang khusus dan menggunakan headset standar tes seperti yang digunakan pada TOEFL iBT Test, hal berbeda ini harus dilakukan karena standar tes kompetensi bahasa Inggris seharusnya menggunakan speaker aktif. Namun demikian ini adalah suatu bentuk perlindungan yang diterima oleh penyandang disabilitas agar terpenuhi hak-haknya dan mendapatkan jaminan rasa aman serta kesetaraan dengan orang lain.

Seperti halnya yang sedang lakasanakan oleh salah satu penyandang disabilitas tuna rungu  Muhammad Qabil Wakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia, Prodi Teknik Informatika yang harus melaksanakan tes CEPT sebagai syarat pendadaran. Tes dilaksanakan pada Rabu 8 Agustus 2018 di Cilacs UII Jl. Demangan baru 24 Yogyakarta Ruang London, Self Acces Center (SAC) pada pukul 08.30 sampai dengan selesai. Dalam usahanya M. Qabil Wakan diberikan tempat, waktu dan instrumen khusus dalam melaksanakan tes tersebut. Pelaksanaan tes tetep diawasi ketat seperti halnya tes pada umumnya, namun dalam teknispenggunaan instrumen yang ada dibantu oleh supervisor dan proctor. Tes berjalan lancar walaupun dirasakan belum begitu maksimal. (Ank)