Mahasiswa BIPA KNB UII Ikuti Studi Ekskursi ke Salatiga
Yogyakarta, 5 Mei 2025 — Sebanyak lima orang mahasiswa asing peserta Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) KNB UII angkatan 2023 mengikuti kegiatan Studi Ekskursi ke Salatiga pada 28–30 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran Bahasa Indonesia di bawah naungan CILACS UII (Center for International Language and Cultural Studies, Universitas Islam Indonesia).

Mengunjungi LTC UKSW Salatiga
Keempat mahasiswa yang berasal dari Pakistan, Gambia, Zimbabwe, dan Thailand ini didampingi oleh para staf dan pengajar CILACS UII. Mereka mengunjungi kantor Language Training Center (LTC)- UKSW, serta beberapa lokasi penting dan bersejarah lainnya di Kota Salatiga, antara lain: UMKM Ting-Ting Gepuk Cap Klenteng, Kedai Ronde Ny. Ong, Prasasti Plumpungan dan Museum Salatiga
Koordinator Program BIPA CILACS UII, Mr. Saras, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para mahasiswa terhadap bahasa, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia secara langsung. “Melalui studi ekskursi ini, mahasiswa tidak hanya belajar Bahasa Indonesia secara teoretis di kelas, tetapi juga mempraktikkannya dalam konteks nyata melalui interaksi langsung dengan penutur asli, baik di lingkungan kampus UKSW maupun di lokasi-lokasi kunjungan seperti museum, rumah keluarga asuh, tempat ibadah, UMKM, kedai makan, dan sebagainya,” ujarnya.

pengenalan seni budaya Indonesia
Kegiatan ekskursi juga mencakup berbagai aktivitas kebudayaan seperti seminar mini tentang seni budaya, kunjungan ke situs-situs sejarah, observasi kehidupan masyarakat lokal, belajar bela diri tradisional (pencak silat), serta melakukan percakapan santai bersama warga dan keluarga asuh. Hal ini menjadi upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia secara praktis sekaligus memperluas wawasan budaya mahasiswa asing terhadap Indonesia, khususnya wilayah Salatiga.
Salah satu peserta, Usama Ahmad Khan asal Pakistan, mengaku sangat antusias dan mendapatkan banyak pengalaman berharga.
“Saya sangat senang bisa ikut studi ekskursi BIPA ini karena pengalaman yang saya dapatkan benar-benar luar biasa. Selama kegiatan, saya bisa langsung praktik berbicara Bahasa Indonesia dengan orang-orang lokal, dan itu membantu saya menjadi lebih percaya diri. Selain itu, saya jadi lebih mengerti budaya Indonesia, bukan hanya dari buku, tapi dari pengalaman langsung—seperti saat belajar pencak silat dan mencicipi makanan tradisional Salatiga. Menurut saya, ini salah satu cara belajar yang menyenangkan dan efektif,” ungkapnya. (Ank/Srs)


