SIMLA dan Bahasa Arab Jadi Solusi Menembus Pendidikan di Timur Tengah

Melihat kondisi saat ini, berkembangnya jaman modern dengan teknologinya yang begitu pesat. Kita telah masuk kedalam era digitalisasi dalam berbagai bidang, perubahan yang tidak bisa ditolak. Bidang pendidikan dan budayapun menjadi bagian dalam perkembangan dunia saat ini, kita hanya perlu memahami dan mengontrol atas situasi tersebut. Salah satunya yaitu dengan terus mengasah diri untuk menguasai berbagai soft skill yang dibutuhkan, salah satunya yaitu kemampuan bahasa asing.

Pencapaian pendidikan yang layak adalah tanggung jawab kita bersama, bagaimana seseorang mampu meraih cita-cita pendidikan tertingginya baik didalam maupun diluar negeri. Semua perlu upaya yang keras dan sungguh-sungguh, khususnya jika hendak menempuh studi lanjut di luar negeri, kemampuan bahasa asing sangatlah diperlukan. Untuk wilayah Timur Tengah kemampuan bahasa Arab sangat diperlukan untuk mendukung Pendidikan disana.

Muhammad Rofiqi , S,S., M.Hum sedang menyampaikan materi SIMLA.

Muhammad Rofiqi, S.S., M.Hum, salah satu pengajar bahasa Arab Cilacs UII  menyampaikan bahwa bahasa Arab saat ini berkembang ke arah studi ilmu yang lebih umum. Jadi kepentingannya bukan hanya studi agama, tapi utk keilmuan pada umumnya. Dunia bisnis, ekonomi, olahraga khususnya bola dan dunia balap, beasiswa pendidikan, dunia kerja, bisnis, media, tidak jauh dari dunia Arab. Hal ini juga karena Arab membuka diri dg dunia bisnis, ekonomi, sponsor bola, bahkan kawasan Arab teluk akan menjadi Eropa baru di Timur Tengah seperti Emirat, Qatar, Saudi, Kuwait, Jordan, dll.

Selain itu, dalam belajar bahasa Arab kita juga perlu mengukur kemapuan kita, Cilacs UII saat ini memiliki alat ukur tes bahasa Arab yang dijamin validitasnya. SIMLA (Syahadah al-Ikhtibar li Maharah al-Lughah al-‘Arabiyyah), merupakan alat pengukur kompetensi bahasa Arab yang resmi diselenggarakan oleh Cilacs Universitas Islam Indonesia. Keunggulannya yaitu :

  1. Tes kompetensi bahasa Arab, bersertifikat resmi Cilacs UII.
  2. Mengukur kemampuan berbahasa Arab.
  3. SIMLA dapat digunakan oleh guru, mahasiswa, akademisi, maupun
  4. Dapat dipergunakan sebagai prasyarat untuk studi lanjut, beasiswa, kelulusan, dll.

Komponen SIMLA sendiri terdiri dari 3 sesi yaitu  : sesi 1 : Fahm Masmu’ (Menyimak), sesi 2: Asalib wa Tarakib (Tata Bahasa), sesi 3 : Fahm Maqru’ (Pemahaman Bacaan). Jadi semua orang perlu belajar Bahasa Arab, tidak hanya karena kepentingan agama tapi utk semua bidang. (Ank)