Belajar Bahasa Tidak Bisa Instan
Kita bisa melihat saat ini didunia pendidikan khususnya proses belajar mengajar sudah mulai tampak menggeliat kembali pasca pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu.
Selama masa itu, beberapa sektor dalam berbagai bidang didunia global terdampak secara langsung, namun sekarang ini sudah mulai Kembali normal. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat. Khususnya dalam dunia pendidikan, baik formal maupun non-formal menunjukkan persaingan yang ketat. Tantangan yang dihadapi oleh pelajar pun semakin kompleks. Dalam hal ini, selain keterampilan teknologi informasi/IT yang perlu dikuasai, penguasaan bahasa asing dirasa sangat membantu pelajar dalam memahami berbagai macam pengetahuan terbaru yang juga sekaligus digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan ide-ide kreatif mereka kepada audience yang cakupannya lebih luas.
Tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbaru saat ini sebagian besar bersumber dari negara-negara maju yang notabene bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Maka seseorang perlu menguasai skill bahasa asing sekaligus mediharapkan memiliki sertifikat/skor resmi tes kompetensi Bahasa tersebut.

Muh. Yusuf Arif Nur Rahmat, S.Pd (Head of Testing Service Department)
Menurut Muh. Yusuf Arif Nur Rahmat, S.Pd (Head of Testing Service Department) saat dihubungi diruang kerjanya juga menyampaikan hal sama. Ditambahkan oleh Yusuf, demikian panggilan akrabnya, bahwa skor dan sertifikat tes kompetensi Bahasa asing bisa digunakan sebagai tolok ukur kemampuan bahasa mereka. Apakah masih di tahap awal atau sudah di tingkatan lebih lanjut. Ini juga bisa menjadi landasan, keterampilan bahasa apa saja yang menonjol untuk peserta tersebut dan mana yang perlu untuk lebih ditingkatkan.
Yusuf memberikan saran, “Persiapkan dirimu untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Kesuksesan tidak dapat diraih secara instan akan tetapi melalui proses yang panjang yang membutuhkan kegigihan serta kesabaran. Kegagalan bukanlah suatu kekalahan melainkan menjadi pembelajaran untuk meraih kesuksesan yang lebih cemerlang”. (Ank)


