Belajar Bahasa Indonesia (BIPA) Lewat Budaya Tradisional

Siswa BIPA sedang mengunjungi Makam Raja Mataram dan Masjid Agung Kotagede
Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA), Cilacs UII merupakan program pelatihan Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Program BIPA Cilacs UII ini sudah ada sejak tahun 2003 sejak berdirinya Cilacs UII. Namun saat ini sudah mengalami banyak sekali perbaikan dan modifikasi dalam metode pengajaran.
Tahun 2022 ini, Cilacs menerima 19 peserta dari Future Global Leaders Scholarships (FGLS) UII dan 2 peserta dari Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS), setelah sebelumnya ada 8 mahasiswa yang tergabung dalam program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang berasal dari negara Yaman, Saudi Arabia, Nigeria, Pakistan, Zimbabwe, Palestina, Algeria, Thailand, dan Australia. Saat diwancarai melalui telepon, koordinator Program BIPA Cilacs UII, Mr Saras Bayu Jatmiko menjelaskan bahwa peserta merupakan mahasiswa penerima beasiswa FGLS dan KNB UII, kemudian ada dua mahasiswa Australia (ACICIS) yang mengambil mata kuliah di UII selama satu semester (Program IBLS).
Materi BIPA Cilacs yang dipakai bervariasi dari tingkat 1 sampai dengan tingkat 3, dengan menggunakan metode pembelajaran yang menarik peserta juga diajak untuk mengenal kebudayaan Indonesia yaitu budaya jawa pada khususnya. Kegiatan outing activities yang telah dilaksanakan tersebut antara lain : mengunjungi museum sandi, mengunjungi museum wayang, mengunjungi candi Sambisari, mengunjungi makam raja Mataram di Kotagede, berbelanja di pasar tradisional, menari, Jemparing (panahan), dll.

Siswa BIPA sedang mempraktekan Jemparing (panahan khas Jawa)
Saras berharap bahawa, peserta dapat memahami Indonesia dari sudut pandang baru, antara lain dari bahasa yang digunakan oleh penutur asli serta beragam kegiatan/gelar budaya yang sudah mereka pelajari atau lakukan. Peserta juga diharapkan agar tidak berpuas diri, terus menerus belajar dan mempraktikkan/menggunakan Bahasa Indonesia agar bisa menguasainya, sebab penguasaan bahasa asing dimulai dari seberapa sering bahasa tersebut digunakan dan dipraktikkan. (Ank/Srs)


